1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bom di Irak, Puluhan Tewas

Di Irak, terjadi beberapa serangan di berbagai lokasi, yang menewaskan hingga lebih dari 90 orang, hari Senin (23/07). Target sasaran serangan kebanyakan ditujukan pada aparat keamanan.

default

Bom mobil di Najaf

Serangkaian serangan bom di Irak menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai ratusan orang. Demikian disampaikan sumber-sumber rumah sakit dan kepolisian hari Senin (23/07).

Kekerasan di Irak berkurang setelah aksi pembantaian tahun 2006-2007. Namun par pemberontak masih melakukan serangan-serangan mematikan, terutama di sekitar ibukota dan serangan-serangan bom mobil, yang bahkan mengusik ketenangan di bulan Ramadan.

Di Taji, yang terletak sekitar 20 km utara Baghdad, enam ledakan termasuk bom mobil, meledak di dekat kompleks perumahan, hari Senin (223/07). Menurut keterangan pihak berwenang, belasan orang tewas sementara puluhan orang terluka. Ketika polisi datang ke lokasi kejadian, sebuah bom kembali meledak dan menewaskan 10 aparat kepolisian.

Peristiwa lainnya terjadi di dekat gedung pemerintahan di Sadr City, perumahan orang miskin di Baghdad, yang banyak dihuni kaum Syiah. Lokasi ledakan lainnya yang juga banyak dihuni kaum Syiah adalah di Hussauniyah. Di kawasan ini korban tewas hingga belasan orang tewas dan puluhan lainnya cidera.

Irak Autobombe in Kirkuk

Bom mobil di Kirkuk

Di kota kaya minyak Kirkuk, empat bom mobil meledak dan menewaskan empat orang. Ledakan dan serangan yang dilakuakn gerombolan bersenjata di pos pemeriksaan di berbagai lokasi di Provinsi Diyala menewaskan enam orang, termasuk empat anggota kepolisian dan tentara serta menciderai puluhan orang. Serangan juga terjadi dimana-mana hari Minggu (22/07) kemarin.

Ketegangan semakin meruncing di Irak, sejak tentara Amerika Serikat meninggalkan negeri itu Desember lalu, yang diikuti krisis politik antara Syiah, Sunni dan Kurdish.

Bulan lalu 237 orang tewas dan lebih dari 600 orang terluka akibat berbagai insiden di Irak.

afp/rtr/AP