1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bom Bunuh Diri di Jerman Adalah Serangan Teror

Jerman kembali digoyang serangan mematikan. Ledakan bom bunuh diri di Ansbach yang dilakukan oleh pengungsi Suriah diyakini bermotifkan agama. Namun kepolisian belum menemukan hubungan pelaku dengan kelompok teror

Jerman tak henti dirundung gelombang teror. Seorang pejabat tinggi negara bagian Bayern mengatakan pencari suaka asal Suriah yang meledakkan diri di kota Ansbach dan mencederai 12 orang digerakkan oleh ideologi ekstrim.

"Pandangan pribadi saya adalah sayangnya kasus ini benar-benar sebuah serangan bom bunuh diri kelompok Islamis," Tutur Menteri Dalam Negeri Bayern, Joachim Herrmann kepada kantor berita DPA.

Pelaku yang berusia 27 tahun itu meledakkan diri setelah ditolak masuk ke sebuah festival musik lantaran tidak memiliki tiket. Ia membawa bom di dalam ranselnya. Herrmann mengatakan permohonan suakanya ditolak setahun silam, tapi tetap diizinkan tinggal di Jerman karena situasi di Suriah tidak memungkinkan deportasi.

Pelaku dikabarkan berulangkali menjalani perawatan oleh psikiater, termasuk untuk percobaan bunuh diri, kata Herrmann. Pemerintah Jerman sejauh ini belum bisa mengkonfirmasikan apakah pelaku berafiliasi dengan kelompok teror seperti Islamic State.

Infografik Flüchtlinge in Deutschland Englisch

Grafik jumlah pengungsi di Jerman

"Apakah ada hubungan dengan kelompok Islamis atau tidak, itu saat ini baru spekulasi," tutur Jurubicara Kejaksaan Ansbach, Michael Schrotberger. Polisi meyakini jumlah korban bakal berlipat ganda jika pelaku berhasil masuk ke area festival.

Insiden di Ansbach adalah yang terakhir dari serangkaian serangan mematikan yang terjadi di Jerman dalam dua pekan terakhir. Hari Minggu (24/7) seorang pengungsi Suriah membunuh seorang perempuan dengan golok dan melukai dua lainnya di luar stasiun bis di kota Reutlingen. Polisi mengklaim tidak menemukan indikasi terorisme.

Dua hari sebelumnya seorang warganegara Jerman keturunan Iran membunuh sembilan orang dan melukai belasan lainnya di sebuah pusat perbelanjaan di kota München. Senin (18/7) pekan lalu seorang pengungsi Afghanistan berusia 17 tahun melukai lima penumpang kereta di kota Würzburg dengan kampak dan pisau. Pelaku tewas di tangan polisi di tempat kejadian perkara.

Setelah serangan di München, Menteri Dalam Negeri Bayern Herrmann kembali mendesak pemerintah untuk mengizinkan penugasan militer di dalam negeri. Konstitusi Jerman saat ini cuma memperbolehkan keterlibatan militer dalam kasus darurat nasional seperti perang.

rzn/ap (ap,dpa)

Laporan Pilihan