Bom Bangkok dan New Delhi Mirip | dunia | DW | 15.02.2012
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bom Bangkok dan New Delhi Mirip

Ada petunjuk bahwa tersangka perakit bom di Bangkok menyasar kendaraan diplomat Israel. Diketahui, ketiga tersangka pelaku berpaspor Iran.

Kepolisian Thailand yakin mereka menemukan kaitan antara serangkaian serangan bom di Bangkok dan New Delhi, demikian dikatakan seorang pejabat tinggi keamanan di Bangkok, Rabu (15/02).

Kepala kepolisian Thailand Priewpan Damaphong menjelaskan bahwa salah seorang tersangka pelaku merencanakan serangan di sebuah tempat keramaian dengan membawa bahan peledak berkekuatan tinggi.

"Besar kemungkinan bahan peledak itu menyasar orang penting. Yakni yang kami temukan di dalam rumah dan menggunakan magnet. Bom itu bisa ditempelkan pada sebuah mobil, misalnya," kata Priewpan.

Bom di New Delhi dan Bangkok Menggunakan "Magnet"

Tiga tersangka perakit bom yang meledak di Bangkok, Selasa (14/02). (Foto:ap)

Tiga tersangka perakit bom yang meledak di Bangkok, Selasa (14/02).

Ketua Dewan Keamanan Nasional Wichian Podphosri mengatakan bahwa ada kesamaan bahan bom rakitan yang ditemukan di India dan Thailand, keduanya menggunakan "lembaran magnet". Lebih lanjut Wichian mengatakan kepolisian sedang menelusuri asal magnet tersebut.

Polisi Thailand menyebut, bom meledak di sebuah rumah. Tersangka yang keluar dari rumah itu mencoba mencegat taksi namun ditolak. Laki-laki itu kemudian melemparkan granat ke arah supir, namun granat itu malah melukai dirinya sendiri.

Selain itu, empat warga permukiman Ekamai, lokasi kejadian, juga cedera terkena pecahan akibat bom.

Polisi Bansiri Prapapat menjelaskan bahwa mereka menemukan paspor Iran pada tersangka yang luka berat. "Seorang di antaranya masuk ke Thailand lewat Phuket."

Seorang Pelaku Lari ke Malaysia

Lokasi kejadian granat dilemparkan di kawasan permukiman Bangkok, Thailand, Selasa (14/02). (Foto: Reuters)

Lokasi kejadian granat dilemparkan di kawasan permukiman Bangkok, Thailand, Selasa (14/02).

Polisi juga berhasil menangkap seorang warga Iran bernama Mohammad Hazai. Ia diketahui sudah berada di bandara menuju pesawat jurusan Kuala Lumpur.

Rabu (15/02), kepala kepolisian imigrasi Thailand Wiboon Bangthamai mengatakan bahwa tersangka pelaku ketiga berhasil melarikan diri ke Malaysia dengan pesawat terbang jurusan Kuala Lumpur. Diketahui, ia pun berkewarganegaraan Iran.

Senin lalu (13/02) di New Delhi, India, bom meledak di dekat mobil seorang diplomat Israel, melukai pengemudi dan istri diplomat. Pada hari yang sama di Tbilisi, Georgia, ditemukan bom dalam sebuah mobil kedutaan Israel. Bom itu berhasil dijinakkan.

Israel-Iran Saling Tuding

Duta besar Israel di Bangkok, Itzhak Shoham menuding insiden itu merupakan bagian kampanye teror yang dilancarkan Iran. Lebih lanjut Shoham menganggap bahwa serangan di New Delhi, Tbilisi, dan bom yang meledak di Bangkok dilakukan oleh jaringan teror yang sama.

Sementara itu, Iran menyangkal semua tudingan keterlibatan dan mengecam serangan itu seraya menuding Israel. “Rezim zionis berusaha memutuskan hubungan panjang antara Iran dan Thailand dengan berkedok serangan itu,“ ungkap jurubicara kementerian luar negeri Iran Ramin Mehmanparast kepada jaringan televisi pemerintah Iran, IRIB.

Bulan lalu, kedubes AS dan sepuluh negara lainnya mengeluarkan peringatan untuk tidak mengunjungi Bangkok setelah mendapat informasi mengenai rencana serangan teroris terhadap warga AS dan Israel.

Udo Schmidt/Luky Setyarini/ap/dpa/rtr/afp

Editor: Andy Budiman

Laporan Pilihan