1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bocoran Wikileaks Ditanggapi Dingin

Reaksi yang diberikan di AS atas publikasi baru dokumen rahasia militer oleh WikiLeaks tidak terlalu heboh. Tetapi satu pertanyaan terus timbul: sejauh mana ini merusak citra AS?

default

Penarikan mundur pasukan AS dari Irak menuju Kuwait

Tidak adanya reaksi juga bisa dinilai sebagai reaksi. Memang media AS memberikan laporan sangat lengkap tentang penerbitan baru WikiLeaks. Tetapi reaksi dari politik hampir tidak ada. Yang sekarang menarik bagi politisi adalah pemilihan di Kongres pekan depan, dan untuk itu kesediaan untuk menyibukkan diri dengan berita tidak menyenangkan dari Irak hanya sedikit.

Apalagi karena perang-perang yang dijalankan AS sama sekali tidak menjadi tema dalam kampanye di Kongres. Jadi, politisi di Washington diam. Hanya satu orang yang bersuara, yaitu Geoff Morrell, jurubicara Pentagon.

Ia mengkritik tajam WikiLeaks, karena menurutnya tindakan penerbitan tersebut menjadi ancaman bagi tentara AS, sekutu-sekutunya dan warga Irak. Morrell tidak mengomtentari isi dokumen, tetapi secara keseluruhan menilainya kurang heboh.

Informasi Penting Minim Kontroversi

Ia mengatakan, dokumen berisi laporan dari lapangan, dokumentasi pendek kejadian tertentu, yang tidak menunjukkan kaitan dari seluruh konflik. Ditambahkannya, "Kita tidak mendengar sesuatu yang baru dari dokumen itu tentang apa yang terjadi dalam sembilan tahun terakhir, hanya anekdot.“

Tidak ada berita baru yang menggemparkan. Itu juga pendapat sebagian besar media AS tentang dokumen tersebut. Tetapi, demikian menurut media, dokumen-dokumen tersebut memberikan kesan berbeda atas berbagai aspek penting perang Irak. Misalnya untuk masalah jumlah korban yang jatuh.

Jumlah yang disebut dalam dokumen jauh lebih tinggi dari yang diakui Pentagon, terutama korban warga sipil. Menurut dokumen 109.000 warga Irak tewas dalam enam tahun, hampir sepertiga darinya warga sipil. Menurut televisi AS, ABC, media-media Arab sudah menambahi angka yang disebut WikiLeaks. Katanya jumlah yang tewas dan yang cedera 285.000.

Dampak Kebocoran terhadap Citra AS

Di AS sekarang timbul pertanyaan, sebesar apa dampak penerbitan WikiLeaks terhadap citra AS? Juga citra AS di Irak? Terutama karena berita, bahwa tentara AS mengetahui penyiksaan yang dilakukan aparat keamanan Irak terhadap tahanan, tetapi tidak mengambil tindakan.

Berkaitan dengan itu jurubicara Pentagon Geoff Morrell mengatakan, Irak adalah negara yang bebas dengan militer dan peraturan sendiri. Kewajiban tentara AS adalah melaporkan insiden seperti itu kepada yang berwenang pada militer Irak agar tindakan dapat diambil.

Jadi tuduhan penyiksaan sepenuhnya tanggungjawab Irak? Tentu saja tidak. Demikian pendapat harian AS, "´The New York Times“. Bukankah aparat keamanan Irak yang berfungsi baik menjadi elemen utama rencana Presiden Barack Obama untuk menarik tentara AS dari negara itu?

Sekarang, PBB di New York sudah mulai ikut dalam perdebatan yang berkaitan dengan publikasi WikiLeaks. Manfred Nowak, petugas khusus PBB untuk masalah penyiksaan, menuntut Presiden Obama untuk memerintahkan penyelidikan atas tuduhan penyiksaan tersebut.

Sabine Müller / Marjory Linardy
Editor: Andriani Nangoy

Laporan Pilihan