1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Bo Xilai Dituntut Hukuman Berat

26 Agustus 2013

Jaksa Cina menuntut hukuman berat bagi politisi terkenal Bo Xilai atas tuduhan suap, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Tuntutan hukuman berat diajukan karena Bo mencabut pengakuan bersalah sebelumnya.

https://p.dw.com/p/19W0x
Foto: Reuters

Bo pernah menjadi bintang terang di langit politik lingkaran elit Partai Komunis Cina (PKC), sebelum tahun lalu terjerat skandal pembunuhan dimana istrinya Gu Kailai didakwa meracun pengusaha Inggris sekaligus sahabat keluarga mereka yakni Neil Heywood, hingga tewas.

Bo yang sebelumnya adalah ketua PKC di barat daya provinsi sekaligus kota metropolitan Chongqing, tanpa diduga memberika perlawanan sengit dalam sidang yang dimulai Kamis pekan lalu dan berakhir Senin (26/8). Dalam sidang pekan lalu, Bo menuduh istrinya sebagai perempuan ”gila”.

Pengadilan mengumumkan berakhirnya proses pengadilan lima hari, mengatakan bahwa vonis akan diumumkan beberapa hari ke depan tanpa memberikan detail tanggal, tapi kemungkinan akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.

Bo berulangkali mengatakan dirinya tak bersalah atas semua tuduhan, meskipun ia mengaku membuat beberapa keputusan buruk dan mempermalukan negaranya dengan cara dia menangani bekas kepala polisi Chongqing Wang Lijun, yang pertama kali memberitahunya bahwa Gu terlibat pembunuhan Heywood.

Wang terbang ke konsulat Amerika di kota Chengdu, Februari tahun lalu setelah menghadap Bo dengan bukti bahwa Gu terlibat pembunuhan. Wang juga dipenjara tahun lalu karena dianggap ikut menyembunyikan kejahatan.

Hukuman Berat

Menyimpulkan bukti, jaksa penuntut negara mengatakan Bo tidak perlu mendapat keringanan karena ia menarik kembali pernyataan bersalah sebelum persidangan.

“Selama beberapa hari persidangan, terdakwa Bo Xilai tidak hanya dengan tegas membantah sejumlah bukti yang meyakinkan dan fakta mengenai berbagai kejahatannya, ia juga menolak kesaksian tertulis dan berbagai materi pra sidang,“ demikian dinyatakan jaksa dalam persidangan.

“Kami ingin mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan Bo Xilai: fakta-fakta kejahatan itu obyektif, dan tidak bisa disingkirkan semau anda,“ demikian kutip situs resmi pengadilan tanpa menyebut siapa dari keempat jaksa yang memberikan pernyataan tersebut.

Pengadilan telah mendengarkan banyak tuduhan kotor atas Bo, lewat transkrip yang mungkin telah banyak diedit, lewat mikroblog resmi pengadilan.

China Bo Xilai Prozess in Jinan mit Aussage seiner Ehefrau fortgesetzt
Proses pengadilan yang terbuka atas tokoh politik sekelas Bo Xilai mengejutkan banyak kalangan.Foto: picture-alliance/AP

Jaksa menuduh Bo mengambil lebih dari 3,27 juta dollar Amerika uang suap dari dua pengusaha, dan menggelapkan hampir 1 juta dollar dari uang proyek pembangunan pemerintah, serta menyalahgunakan kekuasaannya dengan mencoba menutupi kejahatan yang dilakukan istrinya.

“Kehebatan kejahatan terdakwa, dan kenyataan bahwa ia menolak menyatakan bersalah, tidak pas untuk memberikan kelonggaran, dan (ia) harus dihukum berat sesuai hukum.”

Perlawanan Bo

Bo mengatakan ia telah memberikan pengakuan menerima suap dari Tang karena ia ingin “bersikap kooperatif agar bisa difahami” partai, yang saat itu memimpin pemeriksaan atas dirinya.

“Pada saat itu, saya memiliki secercah harapan, saya berharap bisa menjaga keanggotaan partai, untuk menjaga kehidupan politik saya,” kata Bo.

Bo juga memberikan penjelasan baru tentang Wang – yang menuduh Bo menonjok dirinya karena menyampaikan berita tentang keterlibatan Gu atas pembunuhan Heywood – melarikan diri ke kedutaan Amerika.

“Ia (Wang-red) diam-diam jatuh cinta terhadap Gu Kailai,” kata Bo, sambil menambahkan bahwa Gu telah menolak cinta kepala polisi itu.

Lewat pengadilan dramatis, Bo juga membantah soal tuduhan gaya hidup keluarganya. Bo yang selalu berpenampilan rapi – menyerang balik pengadilan dengan mengatakan bahwa ia adalah seorang pria sederhana.

“Saya secara pribadi tidak tertarik dengan pakaian. Long johns (pakaian dalam hangat-red) yang sedang saya pakai sekarang, dibelikan oleh ibu saya pada tahun 1960-an,” kata Bo.

“Saya katakan kepada anda semua bahwa jaket yang saya pakai, dan pakaian di lemari saya, semua adalah buatan pengusaha di Dalian, Xinjin.”

Bo secara teoritis bisa dijatuhi hukuman mati atas berbagai dakwaan yang mengarah kepada dirinya. Namun banyak pengamat meyakini PKC kemungkinkan tidak akan menjadikan laki-laki sayap kiri yang mendukung ide kesetaraan dan kesejahteraan rakyat itu menjadi martir.

ab/ hp (rtr, afp, ap)