1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Blatter Tidak Goyah

Skandal suap dan korupsi di tubuh FIFA tidak menggoyahkan jabatan presidennya Sepp Blatter. Bahkan pimpinan kontroversial ini mengganggap dirinya sebagai motor penggerak reformasi.

Boss federasi sepakbola sedunia itu, harus menjawab berbagai pertanyaan tidak nyaman dari komite eksekutif FIFA di Zürich. Ia sudah menjawabnya, tanpa emosi dan tanpa rasa bersalah. Kritik tidak mempan pada Blatter.

Reinhard Rauball, presiden liga sepakbola Jerman telah menuntut kepada Blatter agar mengundurkan diri. Pekan lalu, ia mengulangi lagi tuntutannya. Tapi presiden FIFA itu hanya tertawa melecehkan tuntutan semacam itu. "Saya presiden yang bahagia, karena terus mendampingi proses reformasi", kata Blatter pada konferensi pers di markas FIFA di Zürich.

Para peserta rapat komite eksekutif FIFA juga samasekali tidak mendiskusikan kemungkinan mundurnya Blatter. Dalam rapat itu kedua ketua bidang komisi mengumumkan pembentukan komisi etik yang baru. Tugasnya mendorong perang melawan korupsi dalam tubuh FIFA. Hakim Jerman Joachim Eckert dan jaksa Amerika, Michael Garcia akan menangani tema korupsi itu.

Blatter disebut tokoh reformasi FIFA

Sepp Blatter tidak hanya memiliki lawan yang mengritiknya, tapi juga sejumlah tokoh yang membelanya. Mantan presiden perhimpunan sepakbola Jerman (DFB), Theo Zwanziger mati-matian membela Blatter. Dia menyebutkan, "Tanpa Blatter proses reformasi FIFA tidak akan berjalan."

Logo - WM 2006

Logo Piala Dunia 2006 di Jerman.

Juga presiden perhimpunan olahraga olympiade Jerman (DOSB) Thomas Bach, membela Blatter. "Saya tidak mau terlibat mengecamnya secara publik", kata Bach. "Blatter seperti juga tokoh lainnya, punya hak mempertahankan diri di depan komisi tertinggi yang bertanggung jawab dalam tema itu"

Skandal suap dan korupsi di tubuh FIFA terbongkar pekan lalu, setelah diumumkan bahwa mantan presiden FIFA, Joao Havelange dan rekannya dari Brazil, Ricardo Teixeira menerima uang suap bernilai jutaan US Dollar dari perusahaan pemasaran ISMM/ISL yang kini bangkrut.

Blatter menegaskan kepada komite eksekutif, ia tidak tahu siapa lagi tokoh FIFA yang menerima uang suap itu. Dia juga merelatifkan lagi tuduhan terjadinya kecurangan saat penunjukan Jerman menjadi tuan rumah piala dunia 2006.

AS/DK (dpa, afp, sid)