1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Blatter Jadi Calon Tunggal Pemilihan Presiden FIFA

30 Mei 2011

Setelah diskors, Mohamed bin Hamman menarik pencalonannya sebagai presiden FIFA. Sehingga, Sepp Blatter tidak memiliki kandidat saingan. Komite etika FIFA telah membebaskan jalan bagi pemilihan kembali Sepp Blatter.

https://p.dw.com/p/11Qj4
Presiden FIFA Sepp BlatterFoto: AP

Zhang Jilong akan menggantikan Mohamed bin Hammam sebagai ketua Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC, setelah bin Hammam diskors FIFA karena terlibat dalam kasus suap. Bin Hammam dan Jack Warner, keduanya adalah pejabat senior FIFA yang dilarang terlibat dalam semua bisnis FIFA menyusul penyidikan tuduhan bahwa ketua Perhimpunan Sepak Bola Negara-negara Karibik masing-masing dibayar 40 ribu Dollar untuk mendukung pencalonan bin Hammam menjadi presiden FIFA. Kasus bin Hammam dan Warner akan diproses bulan Juli mendatang.

Bin Hammam hari Minggu lalu (29/05) menarik pencalonannya. Ini berarti Sepp Blatter akan menjadi calon tunggal presiden FIFA untuk periode mendatang. Bin Hammam juga bersumpah akan memulihkan nama baiknya dan mengungkapkan ketidakpuasannya atas hukuman skors yang sama sekali tidak pantas.

Juru bicara Federasi Sepak Bola Myanmar Soe Moe setuju bahwa bin Hamman harus membersihkan namanya karena martabatnya telah dilukai. Ia menambahkan, Myanmar menginginkan reformasi di FIFA namun tetap akan mendukung Sepp Blatter sebagai presiden karena lebih berpengalaman daripada bin Hammam. Perhimpunan Sepak Bola Korea yang mendukung pencalonan bin Hamman mengatakan, tidak ada perubahan dalam posisi resminya.

Berbagai reaksi dari dunia politik pun bermunculan. Diantaranya dari Menteri Olahraga Inggris Hugh Robertson, "Mereka kesulitan untuk dalam usaha membenahi kredibilitas moral. Kredibilitas moral yang diperlukan badan dunia yang mengurus olahraga sepenting, sepak bola." Sementara itu, Wakil Presiden FIFA Jack Warner, yang juga diskors, menuduh Sepp Blatter menghadiahkan 1 juta Dolar kepada Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah dan Karibik CONCACAF. Warner adalah presiden CONCACAF.

Jack Warner menambahkan, Sekjen FIFA Jerome Valcker mengatakan kepadanya, bahwa ia akan 'menemukan uang bagi Blatter' walau pembayaran tidak diotorisasi oleh komisi keuangan FIFA. Warner juga menuduh Blatter memberikan hadiah dalam bentuk laptop dan proyektor kepada Serikat Sepak Bola Karibik (CFU).

Namun, sepertinya berbagai tuduhan tersebut tetap tidak akan menggoyahkan posisi Blatter di FIFA. Kasus Warner dan bin Hammam turut menyeret nama Blatter, karena diduga ia mengetahui akan aksi suap tersebut. Komite etika FIFA telah membebaskan jalan bagi pemilihan kembali presiden Sepp Blatter. Dewan ini menyatakan Blatter tidak bersalah dalam semua tuduhan korupsi.

Wakil ketua komite etika FIFA Petrus Damaseb menyampaikan keputusan tersebut, Minggu malam (29/5) waktu setempat di Zürich, Swiss,,: "Komite puas bahwa dalam hal Sepp Blatter, presiden FIFA, tidak ditemukan pelanggaran pasal 129. Karena itu tidak harus ada investigasi lanjutan yang dilakukan komite terhadapnya."

Usai keputusan tersebut, FIFA juga mengumumkan bahwa pemilihan presiden 1 Juni mendatang di Zürich tetap akan dilaksanakan sesuai dengan rencana semula. Blatter yang telah berusia 75 tahun ini, sebagai calon tunggal bisa terpilih secara aklamasi sebagai presiden FIFA di masa jabatannya yang ke-empat.

Vidi Legowo-Zipperer/afp/rtr

Editor : Hendra Pasuhuk