1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Bisnis Pernikahan di Punjab

Kelas menengah di India berkembang pesat. Jumlah mereka saat ini sekitar 350 juta orang. Dan sebagian besar dari mereka menjadikan pesta pernikahan sebagai ajang pamer kekayaan.

default

Salah satu gedung mewah tempat resepsi pernikahan di Punjab

Pernikahan di utara Punjab, salah satu negara bagian terkaya di India, berkembang menjadi bisnis besar yang menarik sekaligus mengubah penampilan usaha. Ketika berkaitan dengan hal-hal yang keramat seperti pernikahan, kerikil pun tidak dibiarkan tanpa dipoles.

Sekarang ini, pernikahan ala Punjab tampak makin besar, makin mewah dan makin bising. Pada sejumlah pernikahan yang sangat mewah, baju-baju pengantin dan keluarganya didesain oleh perancang mode ternama, makanan diatur oleh catering terkenal dan hadiah mobil mewah bukanlah hal istimewa.

Sampai beberapa tahun lalu, Zirakpur merupakan sebuah kompleks bangunan di Punjab yang terletak diluar kota Chandigarh. Sekarang, lokasi ini menjadi pusat bisnis pernikahan Punjab dengan sekitar 50 ruang resepsi raksasa atau sering disebut dengan resor pernikahan, di mana ratusan pesta pernikahan dilaksanakan setiap tahunnya.

Dharminder Sharma, direktur perusahaan pembangunan perumahan yang juga memiliki tanah pertanian dan resor pernikahan, menuturkan, "Pesta pernikahan ala Punjab selalu royal. Tidak ada tempat seperti ini di Chandigarh, Zirakpur adalah satu-satunya tempat untuk benar-benar menikmati pesta. Tanah pertanian besarnya sekitar 3 hingga 10 hektar. Penyedia jasa katering nomer satu di India, hanya ada di Chandigarh."

Semuanya disewa. Dari baju pengantin, perusahaan perencana pesta pernikahan, koreografer untuk pertunjukkan sampai panggung tempat pengantin didudukkan yang dekorasinya mirip seperti yang tampak dalam film. Tetapi itu semua belum lengkap tanpa adanya semburat Bollywood sehingga penyanyi dari industri hiburan top India itu juga dipanggil untuk mengadakan pertunjukkan.

Karan Wahi salah satu perencana pernikahan India ternama, mengatakan, "Di Punjab, orang punya banyak uang. Mereka menghamburkan uang dalam pesta pernikahan karena memiliki hanya satu putra atau satu putri. Mereka senang membelanjakan uangnya untuk semua itu. Makanya pesta pernikahan di Punjab selalu besar dan mewah. Dalam pesta pernikahan yang diselenggarakan para pejabat politik, mereka tidak segan menyewa penari perut Rusia atau mengundang bintang-bintang Bollywood. Kadang-kadang mereka diterbangkan langsung dari Amerika atau Inggris. Mereka juga tak segan membayar banyak untuk catering makanan dari Singapur atau Kolkata. Mereka betul betul mengeluarkan banyak uang untuk itu semua."

Sejumlah resor pernikahan di Punjab yang luasnya sekitar 4 hingga 10 hektar menawarkan ruang yang cukup luas untuk menampung tamu pesta pernikahan hingga 15,000 orang.

Penari Flamenco Spanyol, anggrek segar dari Thailand, patung ukir dari es bahkan bintang film kelas dua dibayar untuk sekedar tampil berbaur dengan tamu-tamu di sana. Seorang wartawan India, Jaideep Sarin memaparkan, "Orang orang Punjabi senang menunjukkan kekayaannya dan mereka ingin memamerkannya. Mereka punya kebiasaan, bila memiliki sesuatu, ya harus dipamerkan. Tentunya ini semua berkaitan dengan lambang status karena orang ingin pesta pernikahan mereka diingat dan dibicarakan bahkan hingga tahun berikutnya. Sejumlah orang menganggarkan dana sekitat 10 juta Rupees hanya untuk satu hari pesta pernikahan, lainnya bisa sampai menghadiahkan mobil sekelas BMW bagi para barati atau tamu tamu khusus dari pihak mempelai lelaki."

Menurut jajak pendapat terbaru, jumlah uang yang berputar pada bisnis pernikahan mewah ini berkisar 11 milyar Dollar Amerika, yang tumbuh 25 persen tiap tahun dan sudah mulai menyaingi bisnis pernikahan di Amerika yang bernilai 50 milyar Dollar Amerika. Pesta pernikahan India yang mewah dan industri pernikahan yang booming akan tetap sejahtera di tahun.tahun mendatang dan Punjab berada di barisan depan.

Murali Krishnan/Miranti Hirschmann

Editor: Yuniman Farid