Berteman di Tengah Masa Permusuhan | Sosial&Budaya | DW | 06.06.2012
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Berteman di Tengah Masa Permusuhan

Sebuah film dokumenter mengisahkan persahabatan antara pasangan suami istri Yahudi dengan NAZI.

***Nur für die Berichterstattung zu dem Dokumentarfilm Die Wohnung von Arnon Goldfinger. *** Collage mit Briefumschlag. Schwarz-Weiß Foto Gerda und Kurt Tuchler und Porträtbild Gerda Tuchler.

Film "Die Wohnung" dari Arnon Goldfinger

84 tas, 104 syal, 92 pasang sarung tangan. Itu hanya sebagian kecil barang peninggalan Gerda Tuchler yang sebelum menikah bernama Gerda Lehmann. Semua barang itu berasal dari Berlin, kota asalnya.

Ketika Gerda meninggal, keluarganya terutama anak perempuannya yang bernama Hannah, membersihkan apartemen Gerda di Tel Aviv, Israel. Banyak barang yang dibuang. Hari pertama pembersihan menghasilkan 60 kantong sampah plastik di halaman apartemen, yang antara lain berisi buku, barang pecah belah dan mantel bulu.

Dengan lugas "shoot" kamera bergerak menunjukkan apartemen yang ditempati selama 70 tahun oleh Gerda Tuchler dan suaminya Kurt, yang makin lama makin kosong. Fokus kamera tidak pernah bertahan lebih dari beberapa detik pada barang-barang yang menjadi bagian kehidupan pasangan suami istri itu.

***Nur für die Berichterstattung zu dem Dokumentarfilm Die Wohnung von Arnon Goldfinger. *** Arnon Goldfinger.

Arnon Goldfinger

Penonton ingin mengatakan "stop" untuk bisa memperhatikan lebih lama barang-barang asal Berlin tahun 1930an. Tapi Arnon Goldfinger dalam film dokumenternya "Die Wohnung" (Apartemen) menghindari sudut pandang romantis. Untuk menapak tilas sejarah keluarganya sendiri, sudut pandang kamera dipilih dari sisi yang sederhana dan justru karena itulah kesan yang ditimbulkan jadi lebih emosional.

"Anggota Nazi di Palestina"

Hannah yang menyortir dan membuang barang peninggalan Gerda Tuchler, adalah ibu dari sang sutradara Arnon Goldberg. Saat menyortir barang yang akan dibuang, ia dan Arnon menemukan kisah luar biasa.

Dari ratusan kertas, mereka menemukan 12 eksemplar harian propaganda NAZI "Der Angriff" (Serangan) terbitan tahun 1935. Di dalamnya seri artikel dengan judul "Anggota Nazi menuju Palestina" yang menulis laporan soal perjalanan seorang anggota NAZI ke tanah "harapan Zionis" dan di sana mengunjungi pemukiman Yahudi, pabrik dan rumah sakit untuk mengetahui peluang apa yang mungkin dimiliki Zionisme di Timur Tengah. Pada akhir artikel tertulis inisial LIM.

Film lalu bergerak menceritakan pencarian jejak yang dilakukan sang sutradara Arnon Goldfinger. Ia menemukan bahwa LIM adalah singkatan dari Leopold Edler von Mildenstein. Dari penelusuran Anton Goldfinger menemukan bahwa Mildenstein sendirilah yang menempuh perjalanan di Palestina. Kesimpulan itu ia dapat berdasarkan foto-foto lama keluarga. Di tanah harapan selain bersama istrinya, Leopold Edler von Mildenstein juga ditemani Gerda dan Kurt Tuchler: kakek dan nenek sang sutradara Arnon Goldfinger.

***Nur für die Berichterstattung zu dem Dokumentarfilm Die Wohnung von Arnon Goldfinger. *** Gerda und Kurt Tuchler

Film "Die Wohnung" Gerda dan Kurt Tuchler

Penerusnya: Adolf Eichmann

Von Mildenstein adalah anggota handal organisasi Skuadron Pelindung SS Nazi. Setelah perjalanan ke Palestina dan publikasi laporannya "Angriff" ia dikenal sebagai pakar Yahudi dan Zionisme dan menjadi ketua "Bagian untuk Urusan Yahudi" dalam dinas rahasia Skuadron Pelindung SS.

Di situ ia diduga mengembangkan program "solusi masalah Yahudi". Dan yang membuat cerita makin spektakuler, Von Mildensteinlah yang merekrut Adolf Eichmann ke bagian yang dipimpinnya. Adolf Eichmann adalah penanggungjawab kunci dalam Organisasi untuk Deportasi dan bertanggungjawab atas pembunuhan warga Yahudi Eropa di masa NAZI.

Ketika Eichmann tahun 1961 menjalani proses persidangan di Israel, di hadapan media internasional ia memberi keterangan mengenai von Mildenstein yang menurutnya dipindah menjadi kepala bagian di kementerian propaganda Jerman Reich di bawah Joseph Goebbels. Tapi setelah Perang Dunia II berakhir, von Mildenstein tidak pernah diajukan ke pengadilan.

***Nur für die Berichterstattung zu dem Dokumentarfilm Die Wohnung von Arnon Goldfinger. *** Arnon und Hannah Goldfinger im Flugzeug.

Arnon dan ibunya Hannah Goldfinger menuju Berlin

Film dokumenter itu bukan film tentang kejahatan Leopold von Mildenstein. Film ini lebih banyak mengelaborasi psikologi: bagaimana pasangan suami istri Yahudi dengan suami istri anggota NAZI, bisa melakukan perjalanan bersama ke kawasan yang kini disebut Israel? Mengabadikan foto liburan di sana dan tampaknya menjalin persahabatan?

Itulah pertanyaan yang mengusik Arnon Goldfinger. Dan film ini makin menarik karena mengungkapkan bahwa kakek nenek Arnon setelah berakhirnya perang dan Holocaust, masih tetap menjalin hubungan dengan Von Mildenstein dan bahkan mengunjunginya di Jerman satu tahun sekali.

Film dokumentasi "Die Wohnung“ mendapat berbagai penghargaan, antara lain untuk sutradara terbaik pada Festival Film Yerusalem dan untuk editorial terbaik pada Festival Film Tribeca dan film dokumenter terbaik dalam Festival Film negara bagian Bayern, Jerman.

Film dokumenter itu mengisahkan persahabatan Jerman-Yahudi di masa Holocaust, hal yang ekstrim dan sama sekali belum pernah didengar sebelumnya.

Sarah Hoffmann/Dyan Kostermans

Editor: Andy Budiman