1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Berselancar sambil Terbang

Persaingan di "udara" sangat ketat. Dengan harga murah, bonus dan layanan bagus perusahaan penerbangan memikat penumpang. Perusahaan Jerman Lufthansa kini tawarkan layanan "surfing" internet selama pesawat terbang.

Dalam penerbangan LH 418 dari Frankfurt ke Washington, penumpang dan awak akan berada di udara selama sekitar sembilan jam. Di ketinggian 10.000 meter pemimpin awak kabin menyalakan akses ke internet dan telepon seluler. Sekarang penumpang bisa memeriksa e-mail, berselancar di internet atau mengirim SMS.

Teknologi ini terus dikembangkan maskapai penerbangan terbesar Jerman, Lufthansa setelah percobaan sukses. Sekarang penyaluran data berjalan sangat baik, sehingga penumpang bahkan bisa menonton siaran langsung televisi. Misalnya pertandingan sepak bola.

James Roaf yang jadi salah satu penumpang Lufthansa misalnya menyatakan kesenangan karena bisa menonton pertandingan sepak bola. "Bagi saya yang paling penting adalah menonton Piala Dunia. Saya ada di pesawat, dan saya bisa melihat Inggris bertanding. Itu tentu bagus. Dan itu kejutan besar bagi saya," kata Roaf.

Bersaing dengan menawarkan akses internet

Data ditangkap pesawat melalui antena satelit di atas atap pesawat. Dengan teknologi itu, kemampuan untuk surfing di internet di pesawat bisa lebih cepat daripada di darat. Selain itu, menggunakan telepon seluler sama lancarnya seperti di darat. Hanya sedikit perusahaan penerbangan lain di dunia yang menawarkan layanan ini.

Untuk itu Lufthansa menginvestasikan dana ratusan ribu Euro pada setiap pesawat. Dengan cara itu mereka berusaha unggul dari saingan. Karena di udara persaingan antar perusahaan sangat ketat. Semua berusaha memperoleh banyak penumpang.

Juru bicara perusahaan Lufthansa, Michael Lamberty mengatakan, "Sudah diketahui banyak orang, bahwa dalam industri penerbangan, keuntungan tidak banyak. Oleh sebab itu, layanan tambahan, jadi seperti layanan berselancar di internet dari pesawat terbang sangat membantu untuk mengikat langganan, atau mendapat pelanggan baru. Tentu kami terutama senang, jika mereka penumpang 'business class'."

Jaringan nirkabel di pesawat

Di Berlin teknisi mulai mempersiapkan langkah berikutnya untuk mendirikan jaringan nirkabel. Di pesawat-pesawat kecil, mereka menempatkan peralatan WLAN. Alat yang disebut 'kotak hitam' yang dibuat Lufthansa sendiri, ditempatkan di balik lapisan interior ruang pesawat. Alat itu memungkinkan penumpang mendapat acara hiburan dalam penerbangan jarak menengah dan dalam negeri. Penumpang bisa membaca koran dan majalah, bahkan menonton film-film baru Hollywood.

Itu semua dengan mudah dikirim ke ponsel pintar atau komputer tablet milik penumpang, karena sekitar 70% penumpang jaman sekarang membawa ponsel pintar, atau komputer notebook. Lamberty mengatakan, "Menariknya solusi ini, kami jadi tidak perlu menempatkan display di tiap tempat duduk, juga tidak perlu menempatkan banyak kabel. Semua itu disalurkan lewat wifi, langsung ke alat yang dimiliki penumpang. Dan itu tentu menghemat bobot, dan membuat seluruhnya lebih mudah."

Teknologi baru ini menghemat sekitar 300 kg bobot. Untuk itu sebuah pesawat bisa mengurangi lebih dari 50 ton bahan bakar per tahun. Sementara seluruh armada bisa menghemat jutaan ton. Ini keuntungan yang juga sudah disadari perusahaan lain, dan sekarangpun sudah ingin mereka gunakan.

Laporan Pilihan