1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Berakhirnya Sebuah Dinas Rahasia

20 tahun lalu, ribuan demonstran menyerbu markas Badan Keamanan Negara Jerman Timur, STASI dan mengambil alih puluhan tahun data yang dikumpulkan badan intelijen itu untuk menekan rakyat.

default

Demonstran yang berhasil menyerbu memasuki markas Stasi menginjak-injak foto pimpinan Jerman Timur Erich Honecker

Pertumpahan darah pasti terjadi, apabila markas Badan Keamanan Negara Jerman Timur, STASI diserbu demonstran sebelum runtuhnya tembok Berlin, akhir Oktober 1989. Sebelum itu, penjagaan markas STASI sangat ketat, dan perintah tembak di tempat masih berlaku. Dokumen tentang perintah itu merupakan salah satu bukti yang berhasil diselamatkan pada 15 Januari 1990, ketika ribuan demonstran menduduki markas STASI. Peristiwa ini disiarkan langsung oleh televisi Jerman Timur.

Dalam laporan televisi pernyataan seorang demonstran disoroti, "Bagi kami yang penting itu, tanpa kekerasan, dan bahwa orang-orang yang bersalah bertanggung jawab atas tindakannya! Sejumlah LSM tengah bergerak di depan markas Badan Keamanan Nasional ini. Media masuk, pers masuk!“

Serbuan terhadap markas STASI hanya merupakan salah satu dari aksi pendudukan kantor-kantor pemerintah Jerman Timur. "Tapi tentu saja ini lebih dari sebuah tindakan simbolis," begitu ungkap Christian Halbrock, yang 15 Januari itu turut dalam aksi tersebut. Tehnisi berusia 26 tahun ini ingat, bahwa ada desas-desus, aksi itu diarahkan oleh STASI sendiri. Apalagi sempat disiarkan sebuah peristiwa lucu. Yakni bagaimana karyawan di markas STASI yang terkejut atas kedatangan para aktivis, dengan sangat sopan segera menyilahkan mereka masuk.

Menurut Christian Hallbrock, kemungkinan besar sebenarnya para pekerja STASI itu sedang memusnahkan dokumen. Ia menuturkan, "Kami memang memikirkan hal ini, bahwa banyak berkas dokumen yang dimusnahkan, asap terlihat mengepul dari halaman markas. Ada yang melaporkan, bahwa banyak juga berkas-berkas yang dibawa ke tempat pembuangan sampah di pinggiran kota. Dan memang jelas, bila ingin mencari informasi tentang para mata-mata guna berdialog secara kritis, maka dokumen-dokumen itu perlu ada. Juga untuk mendapatkan informasi tentang para korban, ketidak adilan yang mereka alami serta mengupayakan rehabilitasi mereka.“

Target ini tercapai oleh para demonstran. Upaya merekalah yang mendorong terbongkarnya masa lalu gelap di STASI yang dimiliki banyak politisi dan pejabat pemerintah. Menurut Kepala Badan Investigasi Dokumen Stasi, Marianne Birthler, semua dokumen yang dikumpulkan STASI sangat penting. Ungkapnya, "Apakah mengenai peristiwa ekonomi, budaya, olahraga, semua ada catatannya dalam berkas-berkas STASI. Karena itu saya sangat lega, bahwa kami memiliki dokumennya. Juga karena, dokumen-dokumen ini bisa dijadikan dasar pelurusan sejarah yang telah diwarnai dengan kebohongan, serta kebiasaan hanya menggambarkan hal yang baik-baik mengenai Jerman Timur.“

Sampai kini dokumen-dokumen STASI masih diteliti, dan telah mendorong banyak orang untuk menghadapi masa lalunya.

Marcel Fürstenau / Edith Koesoemawiria
Editor: Asril Ridwan