1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bentrokan Berdarah di Ibukota Albania

Bentrokan dengan kekerasan terjadi antara demonstran dan polisi terjadi Jumat malam (21/01) di Tirana, Albania. Tiga orang tewas dalam insiden. Oposisi dan pemerintah saling melempar tanggung jawab.

default

Aksi protes di Tirana

Krisis politik di Albania yang dimulai Jumat 21 Januari meruncing. Sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan luka-luka dalam aksi protes menentang pemerintah PM Sali Berisha yang dibubarkan polisi, Jumat (21/01). Sekitar 20 ribu pendukung oposisi berkumpul berjam-jam di depan kantor perdana menteri, menuntut pengunduran diri pemerintah.

Tuduhan Pengunjuk Rasa

Para pengunjuk rasa menuding pemerintah melakukan praktik korupsi dan kecurangan dalam pemilu. Demonstran melempari aparat keamanan dengan batu dan membakar sejumlah mobil. Polisi bereaksi dengan meriam air, tembakan peluru plastik dan gas air mata. Sedikitnya 30 warga sipil dan hampir seratus anggota polisi cedera, dan beberapa di antaranya menderita luka parah.

NO FLASH Albanien Tirana Unruhe Januar 2011

Demonstrasi mendukung oposisi (21/01)

Jumat malam (21/01), Perdana Menteri Sali Berisha menyesalkan warga sipil yang menjadi korban tewas. Tapi semua tanggung jawab tragedi itu dilemparkannya kepada penyelenggara aksi protes, dan oposisi khususnya ketua Partai Sosialis Albania, Edi Rama.

Meniru Tunisia

Berisha menekankan tekadnya untuk melindungi hukum dan perundangan dari pihak yang disebutnya sebagai “penjahat”, yang berusaha menggulingkannya dengan meniru Tunisia. Oposisi Albania tidak disamakannya dengan Tunisia, tapi disamakan dengan rezim Presiden Ben Ali.

Albanien Sali Berisha NO-FLASH

PM Albania Sali Berisha

Sali Berisha mengatakan, “Anak jadah Ben Ali versi Albania, telah menyusun skenario untuk kalian, rakyat Albania, untuk meruntuhkan Albania. Mereka berusaha menduduki kantor pemerintahan, berusaha membakarnya dan menegakkan kekuasaan tirani. Tiga warga kehilangan nyawanya dalam bentrokan ini, dan puluhan polisi serta demonstran terluka. Tentu ini adalah tanggung jawab sepenuhnya penggagas upaya penggulingan pemerintahan.”

"Kejahatan Negara"

Lebih lanjut PM Albania mengatakan, jenis senjata api yang membunuh demonstran bukan milik aparat keamanan. Ia meminta kejaksaan menyelidikinya dan mengumumkan hasilnya dalam beberapa hari mendatang.

Ausschreitungen in Albanien

Pemimpin oposisi Edi Rama

Pemimpin oposisi dari kubu sosialis Edi Rama mendesak aparat hukum untuk menjelaskan “kejahatan kenegaraan“ yang terjadi. Menurut Rama, negara telah melanggar batas hukum, yaitu mengerahkan polisi untuk melawan demonstran. Rama memperingatkan Berisha, untuk menanggapi tuntutan demonstran. Rama juga menyerukan pendukungnya untuk tetap tenang, namun juga menyatakan tekadnya untuk tidak mundur hingga solusinya ditemukan.

"Seluruh Albania menyaksikan sikap biadab aparat kepolisian, di tengah upaya kami meredakan situasi, mereka tetap saja berlaku kasar terhadap orang-orang tak bersalah. Penyalahgunaan kekerasan oleh polisi adalah hal yang tidak bisa dimaafkan. Cara provokasi mereka terhadap demonstrasi damai, dan pemukulan demonstran yang sedang mengusung spanduk, menunjukkan benarnya perjuangan kami," demikian Edi Rama.

Tuntutan Presiden

Bamir Topi

Presiden Albania Bamir Topi

Presiden Albania Bamir Topi mengimbau kedua pihak bertikai untuk segera berunding. Albania harus menyembuhkan lukanya dan tidak perlu lagi luka baru, demikian dikatakan Bamir Topi. Perwakilan Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) menuntut deklarasi bersama kedua kubu politik Albania untuk "tetap tenang dan menahan diri“, serta menghormati institusi demokrasi negara.

Aksi protes anti pemerintah yang dilancarkan kubu oposisi merupakan puncak ketegangan antara pemerintah dan oposisi. Sejak pemilihan parlemen 2009, oposisi seringkali memboikot parlemen dan memblokir undang-undang penting. Mundurnya mitra koalisi Berisha, yaitu Menteri Perdagangan dan Wakil PM Ilir Meta, atas tudingan korupsi beberapa hari lalu, memicu gelombang baru aksi protes oposisi.

Auron Dodi / Luky Setyarini

Editor: Marjory Linardy