1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Belum Ada Sanksi Baru Terhadap Iran

Amerika Serikat terus berusaha meloloskan sanksi baru terhadap Iran di Dewan Keamanan PBB. Tapi belum jelas, apakah Rusia dan Cina akan mendukung langkah ini. Iran tetap menyatakan program nuklirnya bertujuan sipil.

default

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di konferensi Atom PBB di New York (03/05)

Semakin banyak pihak Gedung Putih yang ragu, bahwa usaha yang baru akan membuahkan hasil. Namun, pemerintah Amerika Serikat tetap menyebarkan optimisme yang tengah tumbuh. Rusia dan Cina yang biasanya menentang penjatuhan sanksi lebih berat bagi pemerintah Teheran dikatakan mulai memberikan sinyal untuk siap berkompromi. Sebagai negara pemillik hak veto di Dewan Keamanan PBB, kesediaan mereka dibutuhkan untuk sebuah resolusi anti Iran. Masalahnya, persetujuan untuk rancangan resolusi baru tidak akan diberikan secara cuma-cuma. Wakil menteri luar negeri Rusia Sergei Ryabkov menegaskan: „Tidak ada hukuman bagi negara itu, tidak ada hukuman bagi warganya, baik untuk sikap tertentu mau pun karena tidak melakukan hal tertentu."

Pemerintah Cina juga tampak menghindar untuk memberikan kecaman bagi Iran. Bagaimana pun juga, Iran adalah penyalur minyak terbesar ketiga bagi Cina, kedua negara merencanakan pembangunan jalur pipa bersama sepanjang jalan sutera melalui Asia. Dr. Ivan Oelrich dari ikatan ilmuwan Amerika Serikat mengatakan Cina bisa terancam suplai energinya jika mereka membuat kesal pihak Iran. "Saya curiga, bahwa usaha untuk memberikan sanksi yang lebih berat yang selama ini dibicarakan di Washington, pada akhirnya tidak akan terwujud juga."

Tidak hanya Cina dan Rusia yang bisa menghambatnya, juga Brasil dan Turki. Kedua negara yang saat ini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, menolak penjatuhan sanksi baru dan dalam beberapa hari ke depan ingin mengajukan usulan perundigan bilateral di Teheran. Kelanjutannya bisa diperkirakan. Berdasarkan situasi terkini, paling cepat bulan Juni mendatang lah Dewan Keamanan PBB akan menentukan resolusi baru bagi Iran. Suzanne Maloney dari institusi Brookings di Washington - Amerika Serikat menyorot masalah ekonomi yang tengah dialami Iran. "Inflasi ini adalah masalah besar dan banyak warga usia di bawah 30 tahun yang menganggur. Padahal mereka adalah 75 persen dari seluruh warga Iran," kata Maloney.

Pakar masalah Iran sepakat, krisis ini bukan karena sanksi yang sebelumnya telah dijatuhkan PBB. Melainkan karena kesalahan kebijakan ekonomi rezim Teheran. Namun, fakta ini diputarbalikkan oleh propaganda Iran. Semua krisis yang tengah terjadi di Iran, sanksi PBB lah yang dikatakan sebagai penyebab sesungguhnya.

Thomas Schmidt/Legowo-Zipperer
Editor: Hendra Pasuhuk