1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Belasan Tewas dalam Ledakan di Pakistan

Belasan tewas dan puluhan orang terluka setelah seorang pembom bunuh diri menyerang sebuah pengadilan di Mardan, Pakistan, hari Jumat (02/09).

Pelaku pembom bunuh diri masuk melalui pintu gerbang utama menuju ke pengadilan distrik Mardan, sebelum melemparkan granat tangan, kemudian meledakkan rompi bunuh diri di antara orang banyak, demikian dikisahkan pejabat senior polisi Ejaz Khan kepada wartawan.

Khan dan pejabat polisi lain, Faisal Shehzad, menyebutkan polisi, pengacara dan pegawai pengadilan tewas dalam insiden itu. Pelaku ledakan diduga memiliki hingga delapan kilogram bahan peledak yang dikemas di dalam rompinya.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden terjadi tiga minggu setelah ledakan bunuh diri besar menewaskan puluhan pengacara di Quetta, Balochistan, yang terletak di barat daya Pakistan.

Petugas keamanan sibuk di kawasan lain

Ledakan terjadi hari Jumat (02/09) ketika pasukan keamanan berusaha melumpuhkan empat pembom bunuh diri yang mencoba menyerang distrik Kristen di ibukota provinsi Peshawar, Khyber Pakhtunkhwa, yang terletak hanya sekitar 60 km sebelah barat Mardan.

Tentara yang didukung oleh helikopter militer terlibat baku tembak dengan para militan yang mengenakan rompi bunuh diri dan mencoba untuk menyerang kawasan dekat Warsak Dam, Peshawar, tandas militer.

Ke- empat penyerang tewas bersama dengan seorang penjaga di pintu masuk ke kawasan itu, demikian diungkapkan dalam pernyataan militer, seraya menambahkan bahwa situasinya di wilayah tersebut kini "di bawah kendali". Jamaat-ul-Ahrar (Jua), sebuah faksi Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas upaya serangan ini.

Kelompok minoritas dan penegak hukum kerap jadi korban

Kelompok ini juga mngklaim berada di balik serangan terhadap para pengacara di Quetta, yang menewaskan 73 orang pada tanggal 8 Agustus 2016, serta pemboman pada saat perayaan Paskah di Lahore yang menewaskan 75 dan menjadi serangan paling mematikan di Pakistan tahun ini.

Diskriminasi dan kekerasan terhadap minoritas agama adalah hal yang sering terjadi di Pakistan, negara yang lebih dari 90 pesren penduduknya memeluk agama Islam. Sedangkan para penegak hukum juga sering subyek target pembunuhan dan serangan.

Taliban Pakistan menargetkan serangan pada kelompok-kelompok minoritas dan pengadilan serta sekolah. Milisi Taliban menyerbu sebuah sekolah di Peshawar pada bulan Desember 2014. Insiden ini menewaskan lebih dari 150 orang. Sebagian besar korbannya adalah anak-anak.

Tentara melancarkan operasi militer pada bulan Juni 2014 dalam upayanya menaklukan pangkalan milisi di wilayah kesukuan dan mengakhiri pemberontakan berdarah yang telah menelan korban ribuan nyawa warga sipil sejak tahun 2004.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan hari Jumat (02/09). Menurutnya, kelompok militan "menunjukkan rasa frustrasi (mereka) dengan menyerang sasaran empuk". Nawaz Sharif menambahkan, "Mereka tidak akan mendapatkan ruang untuk bersembunyi di Pakistan," pungkasnya.

ap/yf(dpa/rtr/afp)

Laporan Pilihan