1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bekas Menhan AS Gates Goyang Gedung Putih

Buku memoar yang ditulis bekas Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengungkap rahasia dapur Gedung Putih terkait perang di Afghanistan. Obama disebut meragukan strateginya sendiri dan "cuma ingin keluar" dari medan perang

Ketika Presiden Barack Obama mengangkat Robert Gates sebagai menteri pertahanan 2008, sebagian besar mengira punggawa Demokrat itu sedang mendekati Partai Republik. Tidak ada yang menyangka bahwa Gates suatu saat bakal membidik Gedung Putih - ironisnya, justru itulah yang sekarang terjadi.

Sepekan menjelang terbit, buku autobiografi milik Gates sudah melancarkan bola panas ke arah Obama. Di dalamnya ia menggambarkan orang nomer satu di Amerika Serikat itu sebagai seorang presiden yang menyangsikan strategi sendiri. Obama disebut meragukan perang Afghanistan yang telah merenggut nyawa ribuan prajurit Amerika.

Pada sebuah pertemuan, Maret 2011, Gates mendapat kesan, Obama tidak mempercayai kemampuan Jendral David Patreus, panglima perang AS di Afghanistan. Selebihnya orang nomer satu di Washington itu merasa, "bahwa perang ini bukan miliknya." Menurut Gates, "ia cuma ingin keluar" dari Afghanistan, tulisnya seperti yang dikutip New York Times dan Washington Post.

Buku milik Gates yang berjudul " Duty: Memoirs of a Secretary of War" itu sejatinya baru akan terbit pekan depan. Namun beberapa kutipan lolos ke publik melalui sejumlah media.

Catatan hitam politikus lintas zaman

Gates adalah dinosaurus terakhir di Washington. Ia tidak cuma mengabdi pada presiden Republik, melainkan juga Demokrat. Mulai dari Nixon, Carter, Reagan, Bush I, Bush II hingga akhirnya Obama.


Bekas Direktur CIA di era George Bush itu kemudian diangkat sebagai Menteri Pertahanan oleh Bush junior. Ketika Obama 2009 menang pemilu, ia membiarkan Gates berada di posisinya.

Kutipan dari memoar itu pun bisa dipastikan bakal menggoyang Gedung Putih. Untuk pertama kalinya seorang pejabat tinggi dari pemerintahan Obama berkoar-koar ke publik soal rahasia dapur Washington.

Buku tersebut juga unik, karena sang empunya tidak menunggu masa jabatan Obama berakhir. "Saya tida meragukan dukungan Obama buat serdadu kita," tulis Gates, "cuma saya meragukan dukungannya untuk misi," di Afghanistan.

Tulisan Gates kebanyakan berpusar pada perang di Irak dan Afghanistan. Soal Bush junior, ia nyebut sasaran bekas Presiden dari Partai Republik itu "ambisius dan memalukan, serta naif secara sejarah." Gates merujuk pada dana dan perlengkapan yang disediakan pemerintah AS untuk operasi militer di Irak.

Gedung Putih "Berterimakasih"

Menurut Bob Woodward, wartawan tersohor Washington Post yang menulis resensi buku tersebut, Gates kendati kritis, menilai Obama sebagian besar membuat keputusan yang tepat terkait perang di Afghanistan.

Reaksi Gedung Putih tidak menunggu lama. Presiden Obama, kata Jurubicara Dewan Keamanan Nasional Caitlin Hayden, berterimakasih atas pengabdian Gates sebagai Menteri Pertahanan terhadap keamanan negara.

Obama katanya menyambut keragaman opini di antara anggota kabinetnya, karena hal tersebut dinilai memperluas pandangan dan mengasah kebijakan yang dibuat. Cuma terkait kritik tajam terhadap wakilnya, Joe Biden saja Obama keras kepala. Jika Gates menuding Biden sebagai negarawan yang selalu "salah di berbagai isu politik dalam dan luar negeri," Obama sebaliknya menilai wakilnya itu sebagai "salah seorang negarawan terdepan di generasinya."



rzn/hp (dpa,rtr,afp,ap)

Laporan Pilihan