1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bawa Gambar ISIS, 8 WNI Ditolak Masuk Singapura

Delapan warga Indonesia diselidiki pihak Densus 88 setelah ditolak memasuki Singapura akibat kedapatan menyimpan gambar yang berkaitan dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)

Para warga Indonesia itu berusia antara usia 16 sampai 37 tahun. Mereka ditahan masuk ke Singapura, setelah para pejabat imigrasi negara jiran tersebut menemukan gambar ISIS di ponsel salah seorang dari mereka.

Dikutip dari Republika, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha  Nasir, warga negara Indonesia tersebut mendapat gambar ISIS karena tergabung dalam grup aplikasi Whatsapp yang membicarakan ISIS. Sehingga secara otomatis gambar dari WA tersimpan di memori ponsel.

Insiden terjadi ketika pemilik ponsel berinisial  REH bersama tujuh orang rekannya berniat ke Singapura melalui Johor, Malaysia. Situs Rappler menyebutkan, mereka tinggal di Kuala Lumpur selama 3 hari, dan tinggal 1 malam di Perlis. Pada 7 Januari mereka menuju Pattani untuk belajar mengenai sistem pendidikan di sebuah lembaga pendidikan agama Islam di Pattani. 9 Januari, mereka memasuki Singapura melalui Johor.

Sedianya mereka akan menginap sehari di Singapura. Namun setibanya di Singapura, pihak imigrasi menempelkan status Not To Land (NTL) kepada para WNI tersebut, setelah temukan gambar di ponsel mereka yang terkait dengan ISIS. Di Malaysia, 8 WNI tersebut sempat diperiksa unit anti teror E8 IPK Kepolisian Malaysia. Hasilnya, tidak ada bukti mereka berkaitan dengan ISIS. 

Menurut laporan Straitstimes, mereka adalah mahasiswa Sekolah Pondok, Darul Hadits, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Mereka telah berada di negara itu sejak 3 Januari untuk mencari perawatan medis, karena salah satu dari mereka sedang sakit. Kini unit kontraterorisme Densus 88 diberi waktu selama sepekan untuk menginvestigasi mereka, demikian dilansir Jakartapost.

ap/yf(straitstime/jakartapost/republika/rappler/dpa)

Laporan Pilihan