1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Baru Terpilih, Presiden DFB Lempar Kritik

Presiden baru Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) Wolfgang Niersbach mengkritik keputusan FIFA memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Presiden DFB Wolfgang Niersbach

Presiden DFB Wolfgang Niersbach

"Saya secara pribadi menilai keputusan itu salah. Event olahraga terpenting di dunia sepakbola membutuhkan lokasi yang ideal," ujar Wolfgang Niersbach kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung. Niersbach tidak dapat memahami keputusan 'teman baiknya' Michel Platini saat itu untuk memilih Qatar.

Sebagai presiden badan sepakbola Eropa UEFA, Platini baru-baru ini mengaku dalam sebuah wawancara bahwa dirinya memilih Qatar. Ia juga menyerukan kepada penyelenggara untuk menggeser Piala Dunia ke musim dingin untuk menghindari potensi resiko kesehatan dari suhu musim panas di Qatar.

Wolfgang Niersbach terpilih secara bulat sebagai Presiden DFB hari Jumat (2/3) menggantikan Theo Zwanziger yang juga lantang menyuarakan kritik terhadap pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. "FIFA harus menjelaskan bahwa semuanya terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi dan tidak ada kecurangan," tegas Niersbach.

Strategi Piala Eropa 2012

Tak lama setelah terpilih, Niersbach melontarkan ide bagi tim nasional Jerman untuk menjuarai Piala Eropa 2012 yang digelar musim panas ini di Polandia dan Ukraina. Ia yakin keunggulan dalam adu penalti rutin dengan timnas Inggris di semifinal berarti titel juara bagi Jerman. Final hanya akan menjadi formalitas menurut Niersbach.

Niersbach berfoto dengan Kanselir Angela Merkel dan Theo Zwanziger (kanan) serta komisaris imigrasi Maria Böhmer (kiri) saat upacara penghargaan integrasi DFB

Niersbach berfoto dengan Kanselir Angela Merkel dan Theo Zwanziger (kanan) serta komisaris imigrasi Maria Böhmer (kiri) saat upacara penghargaan integrasi DFB

Kepada kantor berita DPA, Niersbach mengatakan Jerman butuh sedikit keberuntungan untuk kembali merebut gelar juara sejak tahun 1996. Jerman mengalahkan musuh bebuyutan Inggris melalui adu penalti pada Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1996. Jerman keluar sebagai juara dalam dua turnamen bergengsi tersebut.

Mantan jurnalis olahraga

Niersbach menjadi satu-satunya kandidat yang dipertimbangkan sesi khusus majelis umum DFB di Frankfurt. Di usia 61 tahun, Niersbach telah menjabat sebagai sekretaris jenderal DFB sejak tahun 2007. Helmut Sandrock yang selama ini menjabat direktur pengembangan bakat, urusan pelatihan dan administrasi pertandingan terpilih sebagai sekjen menggantikan Niersbach.

Sebagai mantan jurnalis olahraga, Niersbach menjadi presiden DFB ke-11 dan akan memimpin federasi olahraga terbesar di dunia dengan sekitar 6,7 juta anggota hingga Oktober 2013. Ia menyebut persatuan dalam sepakbola sebagai prioritas utamanya. Namun juga menargetkan pembongkaran birokrasi, meningkatkan pelayanan bagi anggota DFB serta fokus kepada pengembangan bakat. Niersbach ingin terus meningkatkan program pengembangan bakat muda yang telah membuahkan hasil dalam beberapa tahun terakhir melalui regenerasi timnas Jerman dan rangkaian kemenangan tim yunior.

Niersbach bergabung dengan DFB tahun 1987 sebagai juru bicara penyelenggara Piala Eropa 1988. Ia menjadi direktur media DFB dan wakil presiden komite penyelenggara Piala Dunia 2006 di bawah Franz Beckenbauer hingga terpilih sebagai sekjen DFB. "Dalam banyak hal, saya seseorang yang datang dari luar, namun seseorang yang benar-benar memegang komitmen terhadap DFB untuk 24 tahun," jelas Niersbach.

Carissa Paramita/ap/dpa

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan