1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Barat Yakin Assad Pelaku Serangan Kimia

Negara-negara Barat bersiap mendorong resolusi PBB untuk membersihkan Suriah dari senjata kimia, satu hari setelah laporan badan dunia itu mengkonfirmasikan terjadinya serangan gas sarin yang “mengerikan” di sana.

Para ahli PBB, yang tidak mempunyai mandat untuk mempersahkan siapa pelaku serangan, mengatakan mereka telah mengumpulkan “bukti yang jelas dan meyakinkan” bahwa roket-roket dari jenis permukaan ke permukaan yang membawa gas sarin ditembakkan ke Ghouta, pinggiran kota Damaskus yang dikuasai oposisi, pada 21 Agustus lalu.

Amerika Serikat telah mengancam sebuah serangan militer atas Suriah, atas serangan yang dikatakan membunuh lebih dari 1.400 orang.

Rejim Suriah di balik serangan

Washington mengatakan bahwa tanggung jawab atas serangan itu terletak tepat di pundak rejim Presiden Bashar al-Assad.

“Rincian teknis laporan PBB memperjelas bahwa hanya rejim yang bisa melakukan serangan kimia dalam skala besar seperti ini,“ kata duta besar AS di PBB Samantha Power. "Ini berlawanan dengan logika yang menganggap oposisi telah menyusup ke wilayah yang dikontrol rejim untuk menembak ke arah wilayah yang dikuasai oposisi.“

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan “tak ada keraguan” bahwa pasukan pemerintah yang dipersalahkan, sementara Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan bahwa laporan itu telah membuat “sangat jelas” bahwa rejim Suriah ada dibalik serangan.

Prancis dan Inggris akan segera mengirimkan sebuah draft resolusi kepada anggota dewan keamanan lainnya menuntut ancaman sanksi jika Assad tidak mematuhi rencana perlucutan senjata dan agar kasus serangan kimia itu dirujuk ke Pengadilan Kejahatan Internasional, demikian dikatakan para diplomat. Dewan Keamanan, sementara itu diharapkan akan memulai negosiasi pekan ini.

Kejahatan perang

Kepala PBB Ban Ki-moon mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah sebagai “sebuah kejahatan perang” bersamaan dengan melubernya konflik negeri itu ke Negara tetangga, dengan Turki mengklaim telah menembak jatuh sebuah helikopter Suriah.

Ban menambahkan bahwa penggunaan sarin terbukti “secara tegas dan obyektif“ dan bahwa serangan Ghouta adalah “yang terbesar” dalam penggunaan senjata kimia sejak Saddam Hussein melepaskan gas beracun di Halabja, Irak, pada 1988, yang membunuh ribuan orang.

“Berbagai contoh medis, kimia dan lingkungan yang kami kumpulkan menyediakan bukti yang jelas dan meyakinkan bahwa roket-roket dari permukaan ke permukaan berisi gas saraf sarin telah digunakan“ di Ghouta, demikian disampaikan inspektur PBB yang berada di Suriah.

Syrien UN Inspektoren Untersuchung Giftgas Einsatz Sarin Damaskus

Tim pemeriksa PBB temukan bahwa gas sarin ditembakkan melalui roket darat ke darat.

Para ahli menyimpulkan bahwa “senjata kimia yang digunakan selama konflik diantara kelompok di Suriah, juga dipakai untuk menyerang masyarakat sipil termasuk anak-anak dalam skala yang relatif besar.”

PBB secara terpisah telah memberikan mandate kepada lembaga independen yang terpisah dari badan dunia itu untuk menyelidiki 14 kasus dugaan serangan senjata kimia di Suriah.

Ban tidak mengatakan tentang siapa yang melakukan serangan tersebut.

Moskow membela Assad

“Kami semua mungkin punya pikiran tentang ini, tapi saya saya hanya akan mengatakan bahwa ini adalah kejahatan serius dan mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan secepat mungkin,“ kata Ban.

Jumat pekan lalu, ia mengatakan bahwa Assad telah “melakukan banyak kejahatan atas kemanusiaan.“

Meski AS, Inggris dan Prancis berkeras bahwa temuan itu menunjukkan bagaimana pasukan Assad telag menggunakan senjata kimia, namun utusan Rusia di PBB Vitaly Churkin mengatakan bahwa harus ada penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab.

Moskow selama ini berdiri di samping Assad yang menyalahkan pemberontak oposisi sebagai pelaku serangan.

ab/hp (afp,rtr,ap)

Laporan Pilihan