1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bantuan Internasional bagi Pencarian 200 Anak Nigeria

Upaya internasional semakin gencar untuk mencari lebih dari 200 anak perempuan yang diculik kelompok Islamis Nigeria, Boko Haram. Perancis serukan para pemimpin Afrika untuk adakan pembicaraan darurat mengenainya.

Israel menyatakan Minggu (11/05) kesediaan ikut mencari 223 anak perempuan yang diculik Boko Haram sekitar empat pekan lalu. Sementara Washington mengatakan, pasukan AS tidak akan ikut serta dalam misi penyelamatan apapun. Itu disampaikan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel dalam wawancara dengan televisi ABC, sambil menegaskan bahwa upaya mencari anak-anak itu tidak akan jadi tugas mudah.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lewat telefon dan menerima tawaran itu. Anak-anak perempuan itu diculik dari asrama di sekolah mereka, di kota Chibok, negara bagian Borno, 14 April lalu. Jonathan mengatakan kepada Netanyahu, Nigeria akan senang jika Israel menggunakan pengetahuan anti terornya untuk menyokong operasi yang sedang berjalan. Demikian keterangan juru bicara presiden, Reuben Abati.

Inggris, AS dan Perancis telah mengirim tim khusus dan peralatan canggih untuk mendukung militer Nigeria mengadakan pencarian, yang dikonsentrasikan di daerah terpencil di bagian timur laut negara itu, yang telah dilanda kekerasan mematikan sejak lima tahun lalu. Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan, konferensi tingkat tinggi untuk membicarakan keamanan Afrika Barat, dengan fokus pada Boko Haram bisa diadakan Sabtu mendatang di Paris, "jika negara-negara setuju."

Perancis bersedia jadi tuan rumah KTT

Hollande mengatakan juga, "Saya usul, pertemuan diadakan antara para pemimpin negara tetangga Nigeria, bersama Presiden Nigeria Goodluck Jonathan." Itu disampaikan Hollande dalam kunjungan ke ibukota Azerbaijan, Baku. Sedikitnya pemimpin lima negara Afrika mungkin akan adakan pertemuan, yaitu Nigeria, Chad, Kamerun, Niger dan Benin. Demikian keterangan sebuah sumber yang dekat dengan presiden.

Selama ini pemerintah Nigeria dikritik keras karena bereaksi sangat lamban untuk menanggapi krisis. Amnesty International menyatakan Jumat (09/05) militer Nigeria telah mendapat peringatan sebelum penculikan itu terjadi, tetapi tidak mengambil tindakan apapun. Sejak aksi protes besar-besaran dan kecaman tajam dilontarkan baik di Nigeria sendiri, maupun di negara-negara lain, pemerintah Nigeria telah didesak untuk mengambil tindakan.

Presiden Nigeria mengatakan, anak-anak perempuan itu kemungkinan besar masih berada di Nigeria. Pencarian sudah dilaksanakan di daerah hutan Sambisa, di daerah Borno, di mana militer di waktu lalu menemukan tempat persembunyian dan gudang senjata Boko Haram. Tetapi ada juga kekhawatiran, bahwa anak-anak perempuan itu telah dipindahkan ke Chad dan Kamerun.

Tindakan Boko Haram

Boko Haram, yang berarti "pendidikan barat adalah dosa", sudah menyerang sejumlah sekolah, gereja dan kantor pemerintah sejak 2009. Di samping itu mereka juga semakin marak melancarkan serangan atas warga sipil. Tahun ini saja, 1.500 orang telah dibunuh, walaupun di kawasan timur laut Nigeria telah ditetapkan keadaan darurat sejak Mei 2013. Boko Haram juga dianggap bertanggungjawab atas serangan lain Jumat lalu (09/05) yang menyebabkan hancurnya desa Liman Kara di Adamawa, juga di timur laut Nigeria.

Taktik penculikan anak perempuan dan wanita dewasa sudah beberapa kali dilancarkan Boko Haram. Tetapi besarnya jumlah anak perempuan yang diculik dan ancaman yang disampaikan pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau untuk menjual anak-anak itu sebagai budak telah menghimpun komunitas internasional untuk mengambil tindakan. Ibu negara AS, Michelle Obama menyampaikan pesan Sabtu (10/05), di mana ia menggambarkan penculikan sebagai "langkah tidak berperasaan." Kecaman juga diberikan pemerintah berbagai negara, pemimpin semua agama, selebriti Hollywood, pebisnis dan orang awam dari seluruh dunia.

ml/ap (afp, dpa)

Laporan Pilihan