1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Dunia Digital

Bagaimana Menyamarkan Jejak di Internet ?

19 Februari 2020

Banyak orang ingin mencegah pengintaian ketika sedang menggunakan internet. Inilah beberapa cara menghapus jejak saat berselancar di dunia maya.

https://p.dw.com/p/3Xx1J
Ilustrasi - Pengintaian
Ilustrasi Pengintaian Melalui InternetFoto: Colourbox/O. Artem

Pada prinsipnya, semua lalu lintas di internet bisa dipantau oleh pihak lain. Sama seperti kalau kita mengirim kartu pos, yang bisa dibaca oleh siapa saja yang ingin membacanya, karena komunikasi Anda dengan internet selalu terhubung oleh sebuah server di suatu tempat.

Banyak data dapat mengungkapkan identitas Anda. Pertama, ada alamat IP komputer Anda. Selain itu, pengguna juga sering dikenali oleh "data-data unik” yang direkam secara otomatis oleh komputernya: misalnya browser yang digunakan, setting bahasa, resolusi layar komputer, versi software windows yang digunakan, dan rentang waktu menggunakan internet. Jika data-data unik itu ditelusuri, seorang pengguna bisa dikenali oleh server internet dengan ketepatan sampai 98 persen.

Untuk mengaburkan jejak, pengguna juga bisa menggunakan jaringan pribadi virtual VPN (Virtual Private Network). Metode ini ibaratnya Anda membangun terowongan rahasia ke server. Terowongan itu diselubungi dengan sistem enksripsi, yaitu metode sandi untuk menyamarkan data, sehingga tidak ada orang lain yang bisa melihat ke dalamnya.

Dengan komunikasi VPN, banyak perusahaan membangun koneksi yang aman antara para karyawan dan jaringan internal perusahaan. VPN juga dapat digunakan untuk mengakses internet gratis dari area yang disensor. Karena itu, di negara-negara yang memberlakukan sensor, koneksi VPN sering dilarang. Tapi masih ada jalan lain, yaitu menggunakan jaringan yang disebut "The Onion Router" atau TOR. Arti harafiahnya adalah router bawang.

Router bawang untuk menyamarkan identitas

TOR memang dibangun seperti bawang - berlapis-lapis, dan bisa membantu menyembunyikan identitas pengguna karena tidak terhubung langsung ke server tujuan. Sebagai gantinya, TOR menghubungkan Anda ke server melalui jalan memutar, yang disebut simpul TOR.

Masing-masing simpul TOR meletakkan lapisan enkripsi sendiri, sehingga simpul lain tidak dapat membacanya juga. Ini membuat pengguna bisa berselancar sangat aman. Tapi untuk bisa mengakses halaman web dengan browser TOR, situs web itu harus menyediakan layanan khusus TOR juga. Situs yang menyediakan layanan TOR bisa dikenali dengan nama yang berakhiran ".onion".

Media-media besar seperti BBC atau harian New York Times menyediakan halaman TOR, termasuk DW. Alamat laman DW versi TOR adalah https://dwnewsvdyyiamwnp.onion.

Untuk mengakses situs TOR, pengguna juga perlu browser TOR. Tapi dengan browser TOR, pengguna bisa juga melihat situs-situs internet biasa seperti dengan browser biasa. Operator situs web tidak bisa lagi mengenali pengguna yang menggunakan browser TOR, tapi bisa mengetahui apa saja yang dilakukan pengguna di situs itu.

Lalu darimana pengguna bisa mendapatkan browser TOR? Ada banyak di internet. Misalnya Firefox, salah satu browswer standard yang gratis, juga menyediakan layanan TOR. Di internet, Firefox menyediakan browser TOR untuk berbagai sistem operasi. Cbrowser TOR ini bisa digunakan seperti menggunakan browser biasa. Bedanya, pengguna berselancar secara anonim di dunia maya. (hp/gtp)  

Fabian Schmidt
Fabian Schmidt Editor redaksi sains yang berfokus pada teknologi dan inovasi.