1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bagaimana Kebijakan AS di Afganistan setelah Tewasnya Bin Laden?

Menurut rencana, pasukan AS akan mulai ditarik dari Afghanistan pada bulan Juli 2011. Dan diharapkan pada akhir tahun 2014, seluruh pasukan asing sudah keluar dari Afghanistan.

default

Presiden Obama sesaat setelah mengumumkan kematian Osama bin Laden, Minggu (01/05)

Para pakar sepakat, tewasnya bin Laden oleh peluru pasukan Amerika Serikat terutama memiliki makna simbolis. Namun, nilai simbolis itu tak bisa diremehkan. Kematian Osama bukan hanya penutup sebuah bab penting dalam politik luar negeri AS, tapi juga membungkam para pengkritik Presiden AS Barack Obama yang selama ini menilai ia terlalu lemah dan kompromis.

Tewasnya bin Laden juga memberi Obama ruang gerak lebih bebas, kata Gideon Rose, pakar politik luar negeri dari 'Dewan Hubungan Luar Negeri'. Rose, yang merupakan anggota Dewan keamanan nasional semasa Bill Clinton menjabat presiden, mengatakan, jika Obama ingin memerintahkan penarikan tentara lebih cepat dari Afghanistan, maka lebih baik ia menegaskannya sekarang, karena kini tidak ada yang bisa bilang bahwa ada bin Laden yang menunggu kesempatan untuk mengacau.

Menurut Rose, hal yang juga menarik bagi diskusi selanjutnya tentang kekuatan pasukan di Afghantian dan strategi anti-terorisme yang tepat adalah dari mana datangnya informasi tentang lokasi keberadaan bin Laden. "Karena jika informasi itu tidak berhubungan dengan kekuatan pasukan yang lebih besar, maka itu berarti perkiraan yang baik untuk menempatkan lebih sedikit pasukan di Afghanistan. Tetapi jika tewasnya Osama merupakan akibat dari pengerahan pasukan yang lebih besar, maka itu tidak mengakhiri debat kontroversial ini."

Sementara ini diskusi yang hangat di Washington adalah bagaimana seharusnya gambaran kehadiran Amerika di Afghanistan setelah 2014, terang Vanda Felbab-Brown, pakar Afghanistan dari Institut Brookings. Utusan khusus pemerintah AS, Marc Grossmann, belum lama bertolak ke Afghanistan untuk merundingkannya dengan pemeintah setempat. Semua tergantung pada kondisi Afghanistan, kata Felbab-Brown. Penarikan total tentara Amerika dibayangi ancaman perang saudara, jika aparat keamanan Afghanistan tidak bisa menjamin keamanan.

Walaupun aksi tentara Amerika bergeser ke sebelah utara Islamabad, hubungan antara AS dan Pakistan ada di pusat politik Amerika menyangkut Afghanistan. Para pakar sepakat tentang hal ini. Bagaimanapun, Amerika melancarkan aksi di wilayah Pakistan tanpa terlebih dulu menginformasikannya kepada negara itu. Rupanya terlalu besar kekuatiran bahwa informasi akan bocor.

Pakistan kini dalam sitausi daurat untuk menerangkan, apakah mereka sudah mengetahui keberadaan bin Laden. Dan hal itu berarti membenarkan ketidakpercayaan Amerika serta menunjukkan jurang yang dalam antara kedua negara. Atau, Pakistan betul-betul tidak tahu menahu bahwa teroris itu berada tepat di depan hidung mereka, dan itu memberi sorotan buruk terhadap kapasitas Pakistan sebagai sekutu dalam perang melawan terorisme.

Penasehat utama Presiden Obama soal terorisme, John Brennan menyindir Pakistan saat ia mengatakan Senin (02/05) mengapa kematian bin Laden merupakan titik balik yang menentukan. "Kami akan menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kepada rtakyat di Pakistan dan di kawasan, bahwa Al Qaida adalah masa lalu, dan kami berharap untuk mengubur sisa-sisa Al Qaida bersama dengan bin Laden."

Christina Bergmann/Renata Permadi

Editor: Yuniman Farid

Laporan Pilihan