1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Badai Matahari Kuat Terpa Bumi

Badai Matahari terkuat dalam lima tahun terakhir melanda Bumi mulai Kamis (8/3). Efeknya adalah gangguan fungsi satelit, sistem navigasi, penerbangan dan jaringan pemasok energi listrik

Letusan kuat di permukaan matahari yang disebut "coronal mass ejection" CME terjadi hari Minggu (5/3). Badai kosmis berupa radiasi partikel bermuatan itu meluncur menuju bumi dengan kecepatan 6,4 juta kilometer per jam.

Planeten Sonnensystem Aurora Borealis

Aurora Borealis

Kamis (8/3) dini hari, badai partikel bermuatan itu nampak di atmosfir bumi, berupa pendar cahaya di kawasan kutub berwarna kehijauan atau "aurora borealis".

Lembaga antariksa Amerika Serikat-NASA memperhitungkan, badai matahari terkuat dalam lima tahun terakhir itu, akan melanda bumi dari Kamis (8/3) pagi hingga Jumat (9/3). "Letusan matahari sebesar itu, dapat memicu badai geomagnetis kuat.

Efek gangguan

Efeknya selain aurora borealis yang tidak berbahaya, juga dapat menyebabkan gangguan frekuensi komunikasi radio, sistem posisi global-GPS serta jejaring energi listrik", tegas NASA.

OHB System

Satelit navigasi dapat terganggu radiasi kosmis.

Komunikasi dan navigasi penerbangan juga dikhawatirkan terganggu. Sebagai antisipasi, sejumlah maskapai penerbangan sudah mengalihkan jalur penerbangan yang melintasi kawasan kutub.

Gabungan efek badai matahari dan badai geomagnetik kuat pada bulan Agustus tahun lalu, terbukti menyebabkan gangguan berat hingga "blackout" frekuensi radio. Badai radiasi matahari kali ini juga diperkirakan akan menganggu aktivitas para astronot di stasiun ruang angkasa internasional-ISS.

"Petugas di pusat pengendali di Houston terus memantau aktivitas matahari. Sejauh ini tidak ada kekhawatiran menyangkut keselamatan enam astronot yang bertugas di ISS", kata jurubicara NASA Mike Curie.

Badai kosmis susulan

Dalam beberapa hari mendatang, badai kosmis semacam itu diperhitungkan akan kembali menerpa bumi. "Aktivitas di permukaan matahari terus menunjukkan peningkatan", kata Joseph Kunches pakar cuaca antariksa dari lembaga atmosfer dan kelautan nasional AS-NOAA.

Peningkatan badai radiasi kuat sari matahari, berkaitan dengan naiknya kembali aktivitas di permukaan matahari mengikuti siklus 11 tahunan. NASA memperhitungkan, puncak aktivitas matahari akan terjadi tahun 2013. Ditegaskan, medan magnet bumi sejauh ini masih dapat melindungi penghuninya dari efek badai matahari semacam itu.

Kekhawatiran terutama meningkat terkait ketergantungan manusia pada sarana komunikasi dan navigasi modern yang tergantung pada sistem satelit di luar angkasa. Jika aktivitas matahari mencapai tahapan maksimal, dicemaskan terjadinya "blackout" sistem komunikasi dan pemasokan listrik secara luas.

Agus Setiawan (afp,rtr,ap,dapd)

Editor: Vidi Legowo-Zipperer