1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Awan Debu Masih Kacaukan Penerbangan Eropa

Sebagian besar lalu-lintas udara di Eropa tetap dilumpuhkan awan debu yang menyebar dari Islandia. 80 persen penerbangan dibatalkan. Beberapa bandara dibuka lagi.

default

Awan debu dari gunung berapi Islandia terus bergerak ke arah Eropa

Langit gelap gulita di siang hari. Di Drangshild, di selatan gunung berapi Eyjafjallajökull hujan lava turun dan lapisan debu tebal menyelimuti bumi. Para peternak harus mengurung hewan-hewannya di kandang. Sebelas penduduk kawasan tersebut dievakuasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerusakan kesehatan. Gunung berapi yang memuntahkan debu ini tetap aktif. Dari kaki gunung terlihat gumpalan debu yang tersembur tiap kali terjadi ledakan baru. Ledakan ini disebakan magma panas yang bercampur air. Para pakar tetap tidak tahu kapan aktivitas gunung berapi akan berakhir:

Meterolog Helmut Malewski menggambarkan situasi hari Minggu (18/04) kemarin sebagai berikut.

"Awannya tidak bergerak saat ini, tetap bertahan pada posisinya. Kita berada di tengah-tengah kawasan tekanan tinggi. Kalau kita lihat data penyebaran rekan-rekan di Inggris kita bisa memprediksikan bahwa situasinya tidak akan berubah di Eropa Barat sampai tengah malam."

Awan debu terus menyebar dari Islandia ke kawasan Eropa lainnya. Ini merupakan kabar buruk bagi jutaan warga yang terdampar di sejumlah lapangan udara Eropa. Akhir pekan lalu, hampir semua bandar udara Eropa ditutup dan 80 persen penerbangan dibatalkan. Di awal pekan ini, beberapa negara Eropa memutuskan untuk membuka sebagian lapangan udaranya, di antaranya bandara Roma di Italia dan beberapa bandar udara Slovakia.

Hari Senin (19/04) ini, Uni Eropa akan memutuskan strategi bersama untuk mengatasi kekacauan di ruang udara Eropa. Sekretaris negara urusan Eropa Spanyol Diego Lopez Garrido yang mewakili dewan kepresidenan Eropa:

"Sampai saat ini, jawatan penerbangan di nasional menggunakan kriteria yang berbeda untuk memutuskan penutupan lapangan udaranya. Setelah kekacauan hari-hari belakangan ini harus ada satu kebijakan Eropa untuk mengkoordinasikan semua keputusan."

Koordinasi terutama dibutuhkan untuk memperluas kembali operasi maskapai penerbangan di Eropa, terlepas adanya ancaman akibat awan debu yang menyebar dari Islandia. Situasi saat ini harus segera ditangani kata Komisaris urusan lalu lintas Eropa Siim Kallas:

"Unutk jangka panjang ini tidak cukup. Kita tidak bisa menunggu sampai awan debu ini lenyap."

Prediksi mengenai ancaman yang muncul akibat debu vulkanik diluncurkan berdasarkan simulasi komputer dari pusat riset debu vulkanik di London. Sejumlah maskapai penerbangan mengkritik bahwa penutupan lapangan udara dan larangan terbang yang menyeluruh diberlakukan hanya karena simulasi komputer tersebut. Beberapa maskapai penerbangan melakukan penerbangan intern Eropa dan melaporkan tidak ada gangguan selama melintasi wilayah udara Eropa.

Sekretaris negara untuk urusan Eropa Lopez Garrido:

"Kami akan berusaha menemukan cara yang lebih konkret guna menganalisa ancaman terhadap penerbangan Eropa. Kita punya satu target bersama yaitu membuka kembali wilayah udara Eropa."

Keputusan Uni Eropa juga memperhatikan informasi maskapai penerbangan Jerman Lufthansa dan maskapai lainnya yang melakukan sejumlah penerbangan uji coba akhir pekan lalu. Semua penerbangan dilaporkan berjalan tanpa masalah. Tidak ada kerusakan pada mesin-mesin pesawat.

Senin (19/04) waktu setempat, sejumlah pakar bertemu di Brussel untuk membahas langkah selanjutnya. Pertemuan ini dihadiri wakil Komisi Eropa, Spanyol yang memangku Dewan Kepresidenan Uni Eropa, dewan pengawasan wilayah udara Eropa (Eurocontrol) dan pakar aviasi negara anggota Uni Eropa. Usulan dan gagasan para pakar akan dibahas dalam konferensi video oleh para menteri lalu-lintas Uni Eropa, sore ini.

André Surén/Ziphora Robina
Editor: Hendra Pasuhuk