1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Awal dan Strategi Baru Jerman di Afghanistan

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle sampaikan penjelasan pemerintah mengenai komitmen Jerman kepada Afghanistan. Selain itu, Westerwelle juga memaparkan rencana perpanjangan misi militer dan sipil di negara itu.

default

Menlu Jerman Guido Westerwelle sampaikan penjelasan pemerintahh di depan Parlemen Jerman

Dalam penjelasan pemerintah yang disampaikannya, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menyebut "awal dan strategi baru" di Afghanistan. Pernyataannya dikaitkan dengan kesepakatan yang dicapai dalam konferensi Afghanistan di London akhir bulan Januari lalu, yakni memfokuskan peningkatan pembangunan kembali dan pendidikan bagi aparat keamanan Afghanistan. Beberapa diantaranya berhasil dcapai. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle dengan menunjuk dibangunnya sejumlah sekolah, pengadaan air dan aliran listrik, serta pembangunan di bidang pertanian.

Tapi tidak secara keseluruhan neracanya menggambarkan hal yang positif. "Di tahun belakangan situasi keamanan kembali memburuk. Sekitar 90 persen opium di pasaran dunia berasal dari Afghanistan. Apa yang terjadi saat ini di Afghanistan, tidak seperti yang diharapkan delapan tahun lalu. Karenanya pemerintah Jerman menggarap sebuah awal baru di Afganistan," disampaikan Westerwelle.

Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle menambahkan, ini bukan merupakan kritik terhadap kebijakan mengenai Afghanistan dari pemerintah yang terdahulu, melainkan sebagai konsekwensi dari pelajaran yang dipetik di tahun belakangan. Lewat kesepakatan dengan pemerintah di Kabul dan mitra internasional, mulai tahun 2011, secara bertahap akan diserahkan tanggung jawab keamanan ketangan Afghanistan.

Sementara itu mantan Menteri Luar Negeri Frank Walter Steinmeier, yang sekarang menjadi ketua fraksi Partai Sosial Demokrast SPD yang beroposisi di parlemen, menuntut ditentukannya dengan jelas perspektif penarikan pasukan. Persetujuan partainya tergantung kepada tugas apa yag hendak dilakukan tambahan pasukan yang dikirimkan ke Afganistan. Diperingatkannya, penambahan pasukan cadangan sebanyak 350 orang, jangan sampai dijadikan alasan untuk terus memperkuat kontingen Jerman.

"Diperlukan waktu yang lama untuk meyakinkan pihak lain, bahwa pembangunan kembali dan perlindungan warga sipil di Afghanistan merupakan prioritas utama. Dengan neraca ini yang juga menggambarkan keberhasilan. Seperti yang disampaikan Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle, sekarang harus ditarik konsekwensi yang penting," dikatakan Steinmeier.

Partai Kiri di parlemen menyatakan secara prinsip menolak penugasan tentara Jerman di Afghanistan. Wakil ketua fraksi Partai Kiri Jan van Aken, yang baru-baru ini mengunjungi Afghanistan, menuding Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle melakukan penipuan, bila ia menyebut rencana penambahan tentara sebagai pasukan pelindung.

Jan van Aken menambahkan, seluruh tentara dan tenaga bantuan sipil Jerman harus ditarik dari Afghanistan. Sementara itu anggota parlemen dari Partai Hijau Frithjof Schmidt menilai strategi baru pemerintah Jerman di Afganistan dengan sikap skeptis.

Marcel Fürstenau/Asril Ridwan

Editor: Agus Setiawan