1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Australia: Pelanggaran HAM atas Pencari Suaka Tak Lebih Buruk dari ISIS

Australia menolak kritik PBB bahwa perlakuan mereka terhadap para pencari suaka “mengarah ke rantai pelanggaran hak asasi manusia“ dengan Canberra menyatakan bahwa pelanggaran di Irak dan Suriah jauh lebih buruk.

Komisoner baru PBB untuk urusan Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Zeid al-Hussein sebelumnya dalam pidato pelantikan hari Senin mengecam tindakan Australia di laut lepas atas para pencari suaka dengan menghalau dan memaksa mereka berbalik arah.

Ia menyatakan bahwa tidakan itu mengarah ke “rantai pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penahanan sewenang-wenang dan kemungkinan penyiksaan ketika mereka kembali ke negaranya“.

“Itu juga membuat mereka ke tempat penampungan migran yang tidak memadai,” tambah pangeran Yordania itu ketika berpidato di Dewan HAM PBB Jenewa.

Zeid juga mengkritik perlakuan Siprus dan Amerika Serikat atas imigran anak dan mengatakan tempat penahanan para pencari suaka dan migran “seharusnya hanya diberlakukan sebagai pilihan terkahir, dalam keadaan khusus, untuk waktu sesingkat mungkin dan sesuai dengan prosedur perlindungan“.

Di bawah kebijakan keras Canberra di bidang imigrasi, para pencari suaka yang datang dengan perahu ke Australia sejak Juni 2013 – termasuk anak-anak – dikirim ke kamp-kamp di pulau Manus, Papua Nugini dan negara terpencil Pasifik, Nauru.

Mereka ditempatkan di negara-negara itu jika permohonan suaka mereka disetujui.

Australia juga berusaha membendung arus pengungsi melalui operasi militer untuk mengembalikan perahu-perahu pencari suaka ke negara-negara seperti Indonesia, di mana mereka harus menghadapi samudera yang berbahaya.

Menteri Imigrasi Scott Morrison membantah tuduhan PBB dan mengatakan dirinya ”akan dengan senang hati bertemu untuk mendiskusikan masalah ini sebagaimana yang biasa saya lakukan dengan UNHCR (badan urusan pengungsi PBB)”. (Baca: Pencari Suaka Gugat Australia)

“Pelanggaran paling mencolok atas hak asasi manusia sejauh yang saya ketahui adalah pemenggalan dan penyaliban orang-orang di Suriah dan Irak di mana Australia ikut membantu meringankan krisis kemanusiaan (di sana),” tambah dia.

Daniel Webb, aktivis HAM dari Melbourne Human Rights Law Centre, menyambut pernyataan Zeid dan mengatakan dalam pernyataan bahwa mereka ”menunjukkan keseriusan atas pelanggaran mencolok Australia terhadap hukum internasional di atas panggung dunia“.

Morrison sebelumnya menyatakan bahwa kebijakan partainya atas para pencari suaka efektif untuk menghentikan orang-orang dari maut di lautan dengan menghalangi perahu mereka menuju Australia.

Hanya satu perahu pencari suaka yang bisa mencapai daratan Australia sejak Desember lalu. Sebelumnya, perahu-perahu itu tiba setiap hari, dengan ratusan orang tercatat tewas dalam perjalanan.

ab/hp (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan