1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Australia Optimis Temukan MH 370

Australia akan menggelar upaya pencarian bawah laut berbekal data teknis yang didapat dari misi sebelumnya. PM Tony Abott menampilkan kesan optimis, upaya tersebut akan membuahkan hasil.

Metode pencarian bawah laut buat menemukan pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang menghilang di Samudera Hindia kali ini dinilai "berpeluang baik," kata Perdana Menteri Australia Tony Abott. Ia menambahkan tim pencari tidak akan menyerah dengan mudah.

Penerbangan MH 370 menghilang secara misterius dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, 8 Maret lalu. Sejak saat itu pesawat beserta 239 penumpang dan awak kabin belum ditemukan.

Berbagai pihak meyakini pesawat tipe Boeing 777 itu jatuh di selatan Samudera Hindia. Namun upaya pencarian besar-besaran lewat udara dan air hingga kini belum membuahkan hasil.

Teknologi Mutakhir

Kini tim ahli akan menggunakan data teknis yang didapat dari upaya pencarian bawah laut sebelumnya untuk menentukan lokasi jatuhnya pesawat."Mereka sekarang akan mencari zona jatuhnya pesawat yang diperkirakan seluas 60.000 meter persegi di permukaan laut," kata Abott kepada Australian Broadcasting Corporation.

"Jika pesawatnya ada di bawah sana, dan tim ahli terbaik memperkirakan lokasi kejatuhannya, ada kemungkinan besar kami akan menemukannya karena kami menggunakan teknologi termutakhir yang ada."

Abott juga mengatakan otoritas maritim Australia "telah melakukan yang terbaik dengan peralatan yang ada", ketika upaya pencarian di Samudera Hindia dimulai beberapa bulan silam.

Komitmen Jangka Panjang Australia

Untuk tahap lanjutan dalam upaya pencarian bawah laut, Australia meminta sebuah perusahaan Belanda, Fugro Survey, dan akan memulai pencarian "dalam beberapa bulan kedepan" dan serta akan berakhir dalam waktu sekitar satu tahun.

Abott menegaskan pihaknya akan melakukan segala upaya untuk menyelidiki masalah yang dihadapi oleh MH 370. "Kami berkomitmen kepada keluarga yang kehilangan anggotanya dalam tragedi ini," ujarnya.

"Dan kami masih punya banyak kesempatan sebelum kami akan menyerah."

Selain Australia, Indonesia, Malaysia dan terutama Cina mencatat jumlah korban terbanyak dalam penerbangan naas tersebut.

rzn/ab (afp,dpa)