1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Astronot Ganti Pendingin ISS

Dua orang astronot berhasil mengganti instalasi pendingin di stasiun luar angkasa ISS usai mengalami kerusakan pertengahan Desember lalu. Kerusakan permanen alat sebesar lemari es itu bisa berakibat fatal.

Di penghujung tahun, astronot yang mengawal Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kedapatan hadiah Natal, yakni instalasi pendingin. Untuk kedua kalinya dalam sejarah Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), astronot harus melakoni perbaikan di luar stasiun pada malam Natal.

"Selamat Natal. Terimakasih," kata seorang operator Pusat Pengendalian Antariksa.

Dalam aksi yang berlangsung selama tujuh jam tersebut, dua astronot NASA, Mike Hopkins dan Rick Mastriacchio memasang pompa pendingin pada badan stasiun. Keduanya berada di luar 60 menit lebih lama ketimbang yang direncakan.

Segera setelah berhasil dipasang, astronot dan Pusat Pengendalian di Bumi Selasa (24/12) malam menguji instalasi tersebut. Jika segalanya berfungsi sesuai yang direncanakan, NASA baru akan menyalakan pompa secara perlahan.

NASA mengatakan, hasil uji coba menunjukkan alat sebesar lemari es itu berfungsi "sehat". Sebelumnya pompa pendingin ISS mengalami kerusakan dan terpaksa dibongkar oleh kedua astronot pada Sabtu (21/12).

Fatal Tanpa Pendingin

Mastracchios sempat mengalami masalah dengan baju ruang angkasanya usai menyelesaikan pembongkaran pompa pendingin. Setelah mendapatkan baju baru, Maastracchios dan Hopkins dijadwalkan menyelesaikan pemasangan instalasi pompa. Keduanya harus meletakkan lima sambungan listrik dan empat pipa air agar pompa pendingin bisa bekerja maksimal.

Perbaikan sistem pendingin ISS termasuk prioritas tertinggi untuk menjaga temperatur di ruang dalam stasiun. Ketika pompa pendingin mengalami kerusakan 11 Desember lalu, para astronot terpaksa memadamkan energi di modul Uni Sovyet. Selain itu modul Jepang dan Eropa juga mengalami pemadaman sistem menjadi cuma setengahnya.

Sebenarnya stasiun luar angkasa itu masih memiliki instalasi pendingin kedua yang bekerja normal. Tapi instalasi tersebut tidak mencukupi untuk memasok semua bagian stasiun. Sistem pendingin terutama dibutuhkan untuk menjaga suhu peralatan dan komputer yang mudah panas. Dalam kasus serius, piranti elektronik semacam itu bisa menimbulkan percik api yang berakibat fatal.

Penghematan di ISS

Bulan November lalu ISS merayakan hari jadi ke-15. Selama ini para astronot lebih sering menghadapi kerusakan-kerusakan kecil. Sebagian besar modul yang terpasang pada ISS berasal dari Amerika Serikat dan Rusia. Sejak 2008 Eropa ikut serta dengan memasang laboraturium "Colombus". Selain itu, Jepang dan Kanada juga menyumbangkan modul untuk stasiun tersebut.

Baru-baru ini ESA dan badan antariksa lain mengusulkan agar astronot hanya menginap di ISS untuk menjalankan penelitian dan lalu kembali ke bumi. Gagasan tersebut dicetuskan untuk mengurangi biaya operasional yang terus membengkak.

Namun Direktur Program ISS Amerika, Michael Suffredini, menolak dengan dalih, absennya astronot bisa menimbulkan masalah baru. Menurutnya banyak kerusakan pada stasiun luar angkasa yang cuma bisa diatasi oleh astronot. Pendapat Suffredini terbukti benar, selambatnya setelah sistem pendingin ISS harus diperbaiki.

rzn/ap (ap,rtr)