1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Asteroid Buntuti Bumi Sejak Seabad Lalu

Sejak seabad silam sebuah asteroid membuntuti orbit Bumi mengitari Matahari. Benda langit berdiameter hingga 100 meter itu selama ini luput dari perhatian astronom.

Astronom menemukan sebuah asteroid kecil yang menemani Bumi mengorbit Matahari. Asteroid bernama 2016 H03 itu diyakini telah mengitari Bumi sejak ratusan tahun dan akan tetap setia selama ratusan tahun ke depan.

Asteroid tersebut berdiameter antara 40 hingga 100 meter. "Karena 2016 H03 mengitari Bumi tanpa pernah menjauh, maka kami menyebutnya benda langit serupa satelit bumi," tutur Paul Chodas, Manajer Pusat Penelitian Obyek Dekat Bumi (NEO) di NASA.

Orbit 2016 H03 bergeser kecil selama beberapa abad. "Dari tahun ke tahun putaran asteroid terhadap Bumi berubah sedikit ke depan atau ke belakang," kata Chodas. Tapi jika asteroid itu mulai bergerak menjauh, Bumi menariknya kembali ke orbitnya semula.

Padahal benda langit itu bisa menjauh dalam jarak 100 kali lipat jarak Bumi dan bulan. Pada jarak terdekatnya, 2016 H03 terpaut 38 kali jarak Bumi-bulan. "Bisa dikatakan, asteroid kecil ini berdansa dengan Bumi," ujar Chodas.

Menurut NASA, Bumi dulu pernah memiliki satelit bernama 2003YN107. Tapi sepuluh tahun silam orbit batuan antariksa itu mulai menjauh dan akhirnya menghilang. Sebaliknya orbit 2016 H03 berkesan jauh lebih stabil.

"Untuk 200 tahun ke depan kami tidak melihat adanya ancaman bahwa 2016 H03 akan menabrak bumi," kata Lindley Johnson dari Kantor Koordinasi Perlindungan Planet di NASA. Tahun 2010 silam astronom juga pernah mendeteksi asteroid yang mengorbit Bumi. Tapi 2010 TK7 yang memiliki diameter 300 meter berada terlalu jauh. Benda langit itu diyakini telah menguntit Bumi sejak 10.000 tahun.

rzn/yf (NASA)

Laporan Pilihan