1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Assange Ajukan Banding Terhadap Putusan Ekstradisi ke Swedia

Pengadilan di Inggris memutuskan untuk mengesktradisi pendiri Wikileaks Julan Assange ke Swedia. Kini Assange berencana akan mengajukan banding - sambil menyerang sistem pengadilan Eropa.

default

Pendiri Wikileaks, Julian Assange di London, Inggris

Sehari setelah keputusan pengadilan Inggris yang mengabulkan permintaan pemerintah Swedia untuk mengekstradisi Julian Assange terkait tuduhan pelecehan seksual dan perkosaan yang dilakukannya, tim pengacara pendiri Wikileaks tersebut menyatakan siap "mengajukan banding".

Salah seorang pengacara Assange, Mark Stephens menegaskan, banding akan diajukan dalam waktu delapan hari ke instansi pengadilan yang lebih tinggi di London.

Tim pengacara warga Australia berusia 39 tahun itu saat ini sedang menyusun bantahan terhadap keputusan Hakim Howard Riddle di pengadilan Belmarsh di London. Dalih utama adalah bahwa Assange tidak akan mendapatkan proses persidangan yang adil di Swedia dan sebab itu terancam Hak Azasinya.

Berbicara setelah sidang dengar pendapat di Belmarsh, Assange mengiritik sistem pengadilan Eropa yang menurutnya telah dicampuri uruan politik. Aktivis internet itu menduga adanya komplotan di balik penanagkapannya. Assange mengkhawatirkan, pengadilan Swedia dapat mengekstradisinya ke Amerika Serikat yang kini sedang mempersiapkan dakwaan terhadapnya akibat membocorkan dokumen rahasia negara melalui situs Wikileaks.

Hari Kamis Riddle kembali membantah tudingan bahwa Assange merupakan korban sebuah intrik politik. Kekhawatiran bahwa Assange melalui Swedia dapat diekstradisi ke AS dan ditahan di penjara Guantanamo serta dapat disiksa hingga mati, menurut Riddle tidak beralasan.

Julian Assange menyerahkan diri ke kepolisian Inggris awal Desember lalu atas perintah penangkapan oleh pemerintah Swedia. Ia dituduh terlibat dalam delik perkoasaan dan pelecehan seksual terhadap dua perempuan di Swedua.

Assange menyangkal tuduhan atas kasus kejahatan seksual yang terjadi saat ia berkunjung ke Swedia Agustus lalu. Pengacaranya mengklaim, tuduhan itu berasal dari 'sengketa hubungan seksual yang disetujui kedua belah pihak namun dilakukan tanpa pengaman'.

Sejumlah pengamat menilai peluang Assange untuk menghindari ekstradisi ke Swedia sangat tipis. Satu-satunya yang bisa mengakhiri drama ini, begitu kata seorang pakar hukum di Jerman, adalah dengan membuktikan di pengadilan Swedia bahwa ia tidak bersalah dan dengan begitu menghindari ekstradisi ke Amerika Serikat.

Nugraha/ap/rtr/dpa
Editor: Nangoy