1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

ASEAN-Uni Eropa Gelar Konferensi Bisnis

Konferensi, yang dibuka hari Kamis (05/05) di Jakarta, ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan pembuka Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara ASEAN atau ASEAN Summit yang akan digelar akhir pekan ini.

default

Logo ASEAN dan Uni Eropa EU

Ini adalah konferensi bisnis pertama yang digelar negara-negara ASEAN dengan Uni Eropa. Namun dalam pidato pembukaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan kepada para pemimpin ASEAN, bahwa sudah saatnya memiliki suatu perjanjian kerjasama ekonomi yang lebih resmi dengan Uni Eropa.
"Eropa memiliki pengalaman lebih lama dalam integrasi ekonomi dan pembangunan masyarakat. ASEAN telah dan akan terus belajar dari pengalaman Eropa. Tidak ada keraguan bahwa ASEAN dan Uni Eropa penting satu sama lain. Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi ASEAN dan investor terbesar. Sementara ASEAN merupakan mitra dagang terbesar kelima Uni Eropa,“ disampaikan Presiden Yudhoyono.
Komisaris perdagangan Uni Eropa, Karel de Gucht, mengungkapkan, saat ini Uni Eropa sedang merintis Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan beberapa negara ASEAN, antara lain Malaysia, Singapura dan Indonesia. Diharapkan, rintisan itu akan menjadi dasar yang baik bagi terwujudnya kerja sama antara Uni Eropa dan ASEAN.
Karel de Gucht menunjuk sebuah isyarat positif dari suksesnya pertemuan bisnis pertama ini, " Jumlah peserta sangat menarik, lebih dari 500 anggota delegasi yang hadir. Saya ingin meyakinkan Anda semua, bahwa tingginya angka kehadiran delegasi ini bukan kebetulan. Melainkan merupakan isyarat meningkatnya harapan masyarakat bisnis terhadap satu sama lain. Uni Eropa perlu ASEAN dan sebaliknya ASEAN butuh Uni Eropa."
KTT Bisnis ASEAN-Uni Eropa ini merupakan forum tingkat tinggi bagi para pelaku usaha dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan hubungan dagang antara negara-negara Asia Tenggara dan Uni Eropa.
Ketua Menteri-menteri Ekonomi ASEAN (AEM), Menteri Perdagangan Marie Pangestu, menyebutkan, sejumlah penjajakan bisnis yang telah dimulai antara perusahaan-perusahaan Uni Eropa dan ASEAN dalam forum ini. " Ada lima sektor yang dipilih menjadi sorotan pertama, mungkin di summit- summit berikutnya ada sektor lain. Tapi akan juga ada rekomendasi yang spesifik kepada sektor. Yaitu infrastruktur, agri-food, otomotif, health care dan services."
Tahun 2010 lalu, volume perdagangan antara Uni Eropa dan ASEAN mencapai 147 triliun Euro. Jumlah ini menempatkan Uni Eropa sebagai mitra dagang kedua terbesar ASEAN.
Zaki Amrullah
Editor: Renata Permadi