1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS-Vietnam Lakukan Kerjasama Militer

Vietnam dan Amerika Serikat pekan ini akan memamerkan kerjasama barunya di panggung militer, menyusul semakin meruncingnya ketegangan antara Vietnam denagn Cina terkait perebutan wilayah di Laut Cina Selatan.

default

Wilayah kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan yang dipersengketakan

Selasa (10/8) lalu kapal perang AS, John S. McCain berawak sekitar 270 pelaut tiba di kota pelabuhan Danang, Vietnam, untuk mengikuti pelatihan bersama empat hari dengan angkatan laut Vietnam.

Dalam konferensi pers komandan kapal Jeffrey Kim menjelaskan, bahwa pelatihan militer yang dilakukan bersifat non kombatan.

Awalnya kapal penghancur USS Avenger juga direncanakan untuk diberangkatkan ke Vietnam. Namun kapal tersebut terpaksa ditinggal di Jepang dengan alasan operasional, tutur perwira Mike Morley yang berfungsi sebagai juru bicara. Kemudian ia menuturkan, ini merupakan pelatihan bersama pertama antara angkatan laut AS dengan Vietnam. Pelatihannya mencakup pengendalian kerusakan, perbaikan darurat dan pemadaman kebakaran.

Hari Minggu lalu (8/8), pemerintah Cina menuduh kapal induk George Washington, yang biasanya mengambil bagian dalam pelatihan militer dengan Korea Selatan, mengangkut delegasi militer Vietnam yang memantau situasi Laut Cina Selatan.

Keberangkatan kapal-kapal angkatan laut AS ke Vietnam, merupakan bagian dari perayaan 15 tahun normalisasi hubungan diplomatik antara dua negara yang dulu bermusuhan.

Sejak lama wilayah Laut Cina Selatan dipersengketakan, khususnya kepulauan Paracel dan Spratly.

Pekan lalu juru bicara kementerian luar negeri Vietnam Nguyen Phuong mengecam Cina, karena mengirim kapalnya yang membawa alat pengukur seismik ke kawasan kepulauan Paracel. Nguyen Phoung menganggap hal itu melanggar kedaulatan Vietnam.

Belakangan ini Vietnam menjadi semakin gelisah, khususnya terhadap ambisi Cina untuk menguasai kawasan yang lebih luas. Demikian ungkap sebuah sumber dari kalangan kementerian pertahanan Vietnam. Sumber tersebut menambahkan, bahwa keberadaan kapal Amerika Serikat di pelabuhan Vietnam mempunyai arti besar untuk strategi Vietnam, karena dapat menunjukkan stabilitas, khususnya terkait masalah pertahanan. Dan menurutnya, seharusnya AS memainkan peranan yang lebih penting lagi di kawasan tersebut.

Komandan kapal Jeffrey Kim memaparkan, untuk keberangkatan kapal John S. McCain ke Vietnam sudah direncanakan cukup lama dan bukan ditujukan untuk maksud-maksud lain seperti yang dituduhkan Cina. Ia melanjutkan, militer AS dan Vietnam mempunyai kepentingan bersama menyangkut keamanan laut di wilayah tersebut.

Lalu komandan itu menambahkan, bahwa dalam 15 tahun ini AS dan Vietnam berhasil menciptakan kepercayaan dan saling menghormati. Ia yakin, di tahun-tahun mendatang kemitraan dan persahabatan mereka akan semakin baik.

Biasanya pemerintah Vietnam mengambil tindakan dengan sangat hati-hati jika menyangkut hubungannya dengan Cina karena kedua negara itu berideologi sama. Tetapi keinginan negara tirai untuk memperluas kawasannya mencemaskan Vietnam.

Terciptanya kemitraan antara pemerintah Vietnam dengan AS, di satu sisi, menempuh jalan yang sangat panjang sejak perang Vietnam berakhir pada tahun 1975. Dan untuk menormalisasi hubungan diplomatiknya, kedua negara itu membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun.

Kini AS menjadi mitra penting Vietnam dan itu, tidak sebatas hubungan perdagangan.

Komandan AS menekankan bahwa mereka akan memantau terus upaya Cina yang ingin memperluas kekuasaannya terutama terkait wilayah sengketa Laut Cina Selatan.

Bulan lalu Cina melakukan pelatihan besar-besaran di Laut Cina Selatan. Pelatihan itu dilaksanakan satu minggu setelah Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan perebutan suatu wilayah dapat merusak stabilitas kawasan.

AN/AP/dpa/afpe