1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Siapkan Opsi Perang, Korut Ancam Gunakan Senjata Nuklir

Washington dikabarkan mempelajari opsi perang konvensional jika Korea Utara bersikeras melanjutkan ujicoba nuklir. Pyongyang malah balik menggertak akan menyerang dengan senjata pemusnah massal

Nordkorea Machthaber Kim Jong Un (Getty Images/AFP)

Diktatur Korea Utara, Kim Jong Un

Eskalasi konflik di semenanjung Korea kian memanas menyusul sikap keras AS yang mengklaim telah "mempelajari kemungkinan" berperang dengan Korea Utara. Pernyataan ini disampaikan seorang pejabat tinggi AS kepada kantor berita DPA. "Tapi kami akan membahasnya lebih detail dengan Jendral Brooks, komandan militer AS di semenanjung Korea," ujar sumber tersebut.

Sebelumnya stasiun televisi AS, NBC, mengutip sebuah sumber dari dinas rahasia, bahwa Gedung Putih mempersiapkan serangan konvensional terhadap Korea Utara, jika Pyongyang bersikeras melanjutkan ujicoba senjata nuklir. Saat ini Pentagon telah menempatkan sebuah kapal induk, USS Carl Vinson, yang dikawal sebuah kapal penjajap dan dua kapal penghancur.

Manuver tersebut ditanggapi dengan komentar bernada fatalis oleh Korea Utara. Wakil Menteri Luar Negeri Hang Song Ryol mengeluhkan gaya pemerintahan Donald Trump yang dinilainya "buas dan agresif." Trump dianggap "memprovokasi dengan pilihan kata-katanya yang agesif," kata Ryol dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AP. "Jika mereka tetap bersikeras, kami siap berperang."

Dalam sebuah pernyataan oleh Korea Utara yang dipublikasikan oleh CNN, Pyongyang menilai "situasi muram saat ini" membenarkan "kemampuan serangan  membela diri dengan basis kekuatan nuklir. Kami akan membuat AS bertanggungjawab atas konsekuensi buruk yang akan dihasilkan oleh tindakan yang buas dan kurang ajar ini."

Sebaliknya Cina berupaya meredakan ketegangan di semenanjung Korea. "Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan operasi militer," kata Menteri Luar Negeri Wang Yi di Beijing. "Kami akan tetap mencari cara kembali ke perundingan di tengah ketegangan yang ada saat ini," imbuhnya.

Beijing mewanti-wanti Pyongyang agar tidak memperparah eskalasi konflik dengan melanjutkan ujicoba senjata nuklir. Rencana tersebut diyakini akan dilangsungkan bertepatan dengan hari lahir ke 105 Kim Il Sung pada Sabtu (16/4). Dugaan mengenai ujicoba senjata nuklir oleh Korea Utara sebelumnya dilontarkan oleh peneliti di Institut Korea-AS di Universitas John Hopkins setelah mempelajari citra satelit.

 rzn/yf (dpa,ap)

 

Laporan Pilihan