1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Siapkan Operasi Baru Atasi ISIS

Amerika Serikat mempersiapkan opsi militer, termasuk pesawat pengintai, untuk menekan Islamic State, demikian kata pejabat AS, namun mereka memperingatkan bahwa belum ada keputusan untuk memperluas operasi.

Presiden Barack Obama sejauh ini melancarkan operasi militer terbatas di Irak yang difokuskan pada upaya melindungi para diplomat dan warga sipil dari ancaman. Tapi, para pejabat tidak mengesampingkan opsi perluasan aksi militer atas kelompok militan Islamic State (IS) yang dulu dikenal sebagai ISIS, yang telah menjadi kekuatan yang semakin mengancam. (Baca: ISIS Ancaman Terbesar Bagi AS)

Jenderal Martin Dempsey, pimpinan kepala staf gabungan, mengatakan pekan lalu bahwa Islamic State pada akhirnya akan membutuhkan penanganan pada ”dua sisi yang pada dasarnya pada titik ini adalah sebuah perbatasan yang tidak ada” antara Suriah dan Irak.

Juru bicara Dempsey membenarkan bahwa opsi atas Islamic State sedang dikaji dan ditekankan pentingnya untuk membentuk ”sebuah koalisi regional dan para mitra Eropa.”

“Dengan Komando Pusat, (Dempsey) sedang mempersiapkan opsi untuk menangani ISIS baik di Irak dan Suriah dengan sejumlah peralatan militer termasuk serangan udara,” kata Kolonel Ed Thomas, merujuk kepada kelompok ekstrimis Sunni yang belakangan semakin agresif memperluas batas kekuasaannya.

“Intinya adalah bahwa pasukan kami ada dalam postur yang baik untuk bekerjasama dengan sekutu regional untuk melawan ISIS.”

Seorang pejabat AS mengatakan Washington juga sedang bersiap melancarkan penerbangan intelijen dan pengawasan, termasuk dengan drone, di atas langit Suriah.

Hari Minggu lalu, partai Republik menyerukan aksi yang lebih agresif untuk menekuk Islamic State di Suriah dan Irak, sambil menuduh kebijakan Presiden Barack Obama telah gagal untuk menghentikan potensi ancaman baru bagi Amerika.

ab/hp (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan