1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Pimpin Latihan Perang di Perairan Teluk

Amerika Serikat menggelar latihan perang di perairan teluk dengan keterlibatan perwira dan petinggi militer dari 30 negara. Aksi ini dianggap sebagai jawaban atas ancaman Iran memblokir selat Hormuz, nadi ekonomi dunia.

Komando Angkatan Laut Amerika Serikat mulai menggelar latihan militer pembersihan ranjau laut di perairan Teluk. Aksi ini dikawal oleh 12 kapal perang dan pakar dari 30 negara. Latihan militer ini bertepatan dengan menegangnya situasi pasca pernyataan Iran yang mengancam akan menutup selat Hormuz dan menyerang Israel.

Pernyataan tersebut dibuat usai Perdana Menteri Israel mendesak Presiden AS Barack Obama untuk menetapkan "garis merah" dalam konflik atom Iran.

Komandan Angkatan Laut AS, Laksamana Madya John W. Miller enggan menyebut nama-nama negara yang ikut serta. Ia cuma mengatakan latihan tersebut bertujuan mengamankan "kepentingan maritim global." Lebih lanjut ia mengklaim latihan militer di kawasan teluk bercorak defensif.

Para pengamat asing yang hadir dijadwalkan mengikuti simposium mengenai pembersihan ranjau dan pendekteksian dini. Kendati begitu fokus utama dalam latihan militer ini adalah selat Hormuz yang menghubungkan teluk dan laut Arab dan menjadi ladang sengketa dengan Iran.

Hampir 40 persen minyak mentah di pasar internasional dipasok melalui selat yang diapit Uni Emirat Arab dan Iran ini.

Sejumlah pejabat Iran mengancam akan memblokir selat Hormuz jika diserang. Pekan lalu Iran yang baru-baru ini juga menggelar latihan militer di selat Hormuz, menegaskan akan mengawasi latihan militer yang dipimpin AS.

Hari Minggu (16/9), PM Israel Benjamin Netanyahu mewanti-wanti bahwa Iran cuma terpaut enam sampai tujuh bulan untuk mampu membangun senjata nuklir. Ia mendesak Presiden Obama untuk segera mengambil tindakan militer. Desakan tersebut ditepis oleh Gedung Putih.

rzn (rtr/afp)