1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Mungkin Tarik Semua Pasukan Dari Afghanistan

Pemerintahan Obama menimbang untuk menarik seluruh tentara Amerika dari Afghanistan akhir 2014. Masalah keamanan akan dibahas Obama dalam pertemuan dengan Karzai.

Pasukan ISAF di Afghanistan

Pasukan ISAF di Afghanistan

Penasehat Keamanan Gedung Putih, Ben Rhodes menerangkan, Presiden Barack Obama saat ini sedang mempertimbangkan semua opsi sehubungan dengan penugasan tentara Amerika di Afghanistan. Hal itu disampaikannya menjelang pertemuan Obama dengan Presiden Afghansitan Hamid Karzai hari Jumat mendatang (11/1). Ketika ditanya wartawan, apakah Amerika Serikat mempertimbangkan untuk menarik semua pasukan akhir 2014, Ben Rhodes menjawab: ”Ini adalah satu opsi yang kami pertimbangkan.” Ia selanjutnya menambahkan: ”Kami akan membahas semua opsi. Tapi tujuan kami bukan menentukan berapa jumlah pasukan yang akan tinggal di negara itu.” Yang menentukan adalah kepentingan dan strategi keamanan Amerika Serikat.

Rhodes menekankan, keputusan tentang penugasan tentara AS di Afghanistan setelah 2014 tidak akan dibuat tergesa-gesa. Semuanya akan didasarkan pada perkembangan situasi dan tujuan yang ingin dicapai Amerika, yaitu dua hal. Pertama untuk tidak menjadikan Afghanistan sebagai tempat persembunyian yang aman bagi Al Qaida, kedua untuk melatih dan melengkapi aparat keamanan Afghanistan, sehinga mereka mampu menjaga keamanan dan tidak perlu kehadiran pasukan asing lagi.

Penugasan Militer Asing Setelah 2014

Obama, kata Rhodes, ”fokus pada bagaimana cara untuk mencapai tujuan utama yang telah dicanangkan dan mengakhiri perang pada tahun 2014. Ini yang jadi komitmen Presiden dan mitra-mitranya serta Afghanistan”. Menjelang pertemuan Barack Obama dan Hamid Karzai, memang sudah dibahas berbagai opsi penugasan tentara AS, termasuk yang disebut ”zero option”, yaitu penarikan pasukan secara keseluruhan.

Sebelumnya, harian Wall Street Journal memberitakan, Pentagon merencanakan untuk tetap menempatkan kontingen kecil sesudah 2014. Jumlah tentara AS di Afghanistan yang disiapkan mungkin mencapai 3000, 6000 atau 9000 orang. Penempatan tentara itu akan jadi bagian dalam perundingan antara Obama dan Karzai. Pasukan internasional di Afghanistan menurut rencana akan mengakhiri misi tempurnya tahun 2014. Setelah itu, pasukan asing mungkin masih ditempatkan sebagai tenaga pendidik.

Karzai Minta Dukungan

Presiden Hamid Karzai sebenarnya ingin agar pasukan asing tetap berugas di Afghanistan setelah 2014. Banyak warga Afghanistan khawatir, kalau semua tentara asing pergi, situasi akan menjadi kacau. Jeffrey Dressler, pengamat politik Afghanistan dari The Institute of the Study of War di Washington, mengusulkan agar Amerika tetap menempatkan serdadunya untuk menjamin keamanan. Ia menilai, pernyataan Rhodes adalah bagian dari upaya untuk memperkuat posisi tawar pemerintah AS dalam pembicaraan dengan Kabul. Ini bagian dari negosiasi, kata Dressler.

Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Allen mengusulkan agar 6000 sampai 15000 tentara AS tetap bertugas di Afghanistan. Mantan komandan sebelumnya, Jenderal Stanley McChrystal juga mendukung usul tersebut. Pasukan tetap harus ada, sekalipun jumlahnya lebih kecil. ”Dengan pasukan dalam jumlah kecil, kita akan memberi kesan bahwa kita tetap berada di sana untuk membantu. Tapi kita tidak berada disana untuk menduduki negara itu atau hadir tanpa diminta.”

Amerika Serikat saat ini menempatkan 66.000 tentara di Afghanistan. Jumlah ini terus dikurangi secara bertahap sampai akhir 2014. Pertemuan Obama dan Karzai hari Jumat mendatang juga akan membahas bagaimana melibatkan kelompok Taliban dalam pembicaraan perdamaian.

HP/VLZ (rtr, afp)