1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Longgarkan Sanksi atas Myanmar

Pemerintah Amerika Serikat akan mulai melonggarkan larangan impor atas produk Myanmar, menyusul proses reformasi yang terjadi di negara yang puluhan tahun berada di bawah junta militer.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan bahwa keputusan untuk melonggarkan larangan impor itu datang, menyusul perubahan yang terjadi di bawah pemerintahan Presiden Thein Sein.

“Sebagai pengakuan atas kemajuan yang terus berlanjut atas proses reformasi dan sebagai respon atas permintaan pemerintah dan oposisi (Myanmar-red), Amerika Serikat mengambil langkah berikutnya dalam menormalisasi hubungan dagang kedua negara,” kata Clinton kepada Thein Sein dalam pertemuan di New York.

Hapus Larangan Impor

“Kami akan memulai proses dengan menghapuskan larangan impor atas barang-barang Burma ke Amerika. Kami harap ini akan menyediakan lebih banyak kesempatan kepada rakyat anda (Myanmar-red) untuk menjual barang mereka ke pasar kami,“ kata Clinton.

Pelonggaran atas sanksi ekonomi ini adalah sebuah dorongan besar bagi pemerintahdi Nyapidaw, yang secara bertahap memberikan kebebasan.

“Kami senang untuk merespon dengan langkah spesifik yang mengakui upaya pemerintah dan mendorong reformasi lanjutan,” tambah Clinton. Pembebasan tahanan politik dipercaya menjadi isu yang akan terus ditekan oleh Amerika untuk mendorong perubahan lebih lanjut.

Berterimakasih pada AS

“Rakyat Myanmar sangat senang dengan penghapusan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat. Kami sangat berterima kasih atas tindakan Amerika,“ kata Presiden Thein Sein kepada Menteri Luar Negeri Clinton.

Washington, pekan lalu menghapus sanksi individu atas Thein Sein, bekas Jenderal berusia 67 tahun atas jasanya mendorong proses reformasi Myanmar. Bagi Thein Sein, ini adalah kunjungan pertamanya ke Amerika yang waktunya bersamaan dengan kedatangan tokoh oposisi dan pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.

afp, ap, rtr (AB)

Laporan Pilihan