1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

AS dan Taliban Siap Lakukan Perundingan

19 Juni 2013

Pihak Taliban dan Amerika Serikat menyatakan siap melakukan perundingan tentang konflik di Afghanistan. Taliban mengumumkan itu setelah meresmikan kantor baru di Qatar.

https://p.dw.com/p/18sja
Muhammad Naeem (L), a spokesman for the Office of the Taliban of Afghanistan speaks during the opening of the Political Office in Doha June 18, 2013.
Kantor Taliban di DohaFoto: Reuters

Kelompok Taliban di Afghanistan secara resmi membuka perwakilan politik di Qatar hari Selasa (18/06). Kantor itu akan mewakili Taliban dalam melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan pemerintah Afghanistan.

Disela-sela pertemuan G-8, Presiden AS Barack Obama menyebutkan, perundingan dengan Taliban akan merupakan "langkah pertama menuju rekonsiliasi" di Afghanistan. Tapi ia mengingatkan, proses itu akan menghadapi banyak tantangan. "Proses perdamaian yang dirintis sendiri oleh warga Afghanistan adalah jalan terbaik untuk mengakhiri kekerasan dan menjamin stabilitas di kawasan itu", kata Obama.

"Saya sekali lagi menekankan, proses ini tidak akan berjalan mudah atau cepat, tapi kita harus menempuh jalan ini disamping pendekatan militer", tandas Obama.

Pengumuman rencana perundingan dengan Taliban muncul bersamaan dengan pengalihan tanggung jawab keamanan di Afghanistan dari pihak NATO kepada aparat keamanan Afghanistan. Mulai hari Selasa (18/06) NATO tidak akan menjalankan operasi militer sendiri. Semua operasi keamanan ada di bawah tanggung jawab aparat Afghanistan.

Koalisi internasional saat ini masih menempatkan sekitar 100.000 tentara di Afghanistan yang berasal dari 48 negara. Pasukan internasional akan mengakhiri misi mereka sampai akhir tahun 2014. Semua satuan tempur akan ditarik. Hanya beberapa satuan akan tetap berada di Afghanistan sebagai penasehat dan pelatih militer. Aparat keamanan Afghanistan sekarang berkekuatan sekitar 352.000 tentara dan polisi.

Taliban Bukan Kantor Perwakilan

Sementara itu Selasa (18/06) pihak Taliban meresmikan kantor perwakilannya di Qatar. Pembukaan kantor ini memang sudah direncanakan sejak lama. Tujuannya untuk memudahkan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat.

"Ini kabar baik, kami sangat senang dengan perkembangan ini", kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry menanggapi rencana perundingan dengan Taliban. Sebelumnya, pihak Taliban menyatakan tidak akan mengijinkan Afghanistan menjadi basis untuk serangan terhadap negara lain.

Pihak Taliban belum secara resmi memutuskan hubungan dengan Al Qaida. Namun pejabat Amerika Serikat menerangkan, tujuan akhir pembicaraan dengan Taliban adalah agar kelompok itu berpisah dari Al Qaida.

Masih belum jelas, apakah Taliban akan melakukan pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan. Dalam pernyataannya, perundingan akan dilakukan dengan Amerika Serikat di Doha, di bawah mediator Qatar.

"Kami mendukung solusi politik yang damai untuk mengakhiri pendudukan Afghanistan dan menjamin sistem Islam dan keamanan nasional", demikian pernyataan Taliban.

hp (AP, AFP)