1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Akan Tambah Pasukan di Afghanistan

Presiden Obama telah mengumumkan strateginya di Afghanistan. Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, Obama menekankan perlunya penambahan pasukan dan juga waktu yang pasti penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

default

Obama ketika berpidato mengenai strategi AS di Afghanistan, Selasa (01/12)

Presiden Barack Obama berpidato dengan konsentrasi tinggi, dengan kata-kata tegas dan pendek, untuk menunjukkan betapa serius keputusannya. Mula-mula ia mengingatkan para perwira muda dan pemirsa televisi, apa alasan perang delapan tahun lalu, yakni serangan teror jaringan Al Qaida yang beroperasi dari Afghanistan. AS dengan cepat dapat menghancurkan jaringan ini, kata Obama.

Tanpa menyinggung presiden pendahulunya, George W. Bush, ia juga menunjukkan dengan jelas, perang Irak pada tahun 2003 bertanggung jawab atas situasi buruk di Afghanistan saat ini. Ketika perang Irak dilancarkan, semua prioritas sumber daya diarahkan ke sana. Mulai dari serdadu, perlengkapan perang hingga uang dalam jumlah besar. Sementara komandan pasukan di Afghanistan dengan sia-sia mencoba menarik perhatian, terhadap kenyataan bahwa Taliban kembali menguat.

Ketika Obama memangku jabatannya, ia segera bereaksi dengan menambah jumlah pasukan dan menuntut analisis menyeluruh mengenai situasi di Afghanistan. Sekarang ia menyampaikan hasil pengkajiannya, “Dan sebagai panglima tertinggi saya menetapkan, berdasarkan kepentingan nasional, mengirim tambahan 30.000 serdadu. Setelah 18 bulan pasukan kita akan mulai ditarik kembali.“

Pidato yang disusun dengan seksama itu, baru di bagian akhir menyinggung ongkos yang harus dikeluarkan untuk perang, yakni sekitar 30 milyar Dolar untuk tahun 2009 ini saja. Obama tahu persis, harus menghadapi penolakan keras dari Parlemen dan justru dari kalangan Partai Demokrat. Tapi berulangkali Obama juga menyinggung para serdadu dan keluarganya, yang terutama menanggung akibat perang tersebut.

Yang juga amat menarik, dalam pidato sepanjang 35 menit itu, Obama cukup lama membahas tema Pakistan. Ia berusaha menjelaskan kepada rakyatnya, mengapa negara itu amat penting, dan harus distabilkan agar tidak dikuasai kelompok ekstrimis. Obama juga meyakini, perang di Afghanistan tidak dapat disamakan dengan bencana perang Vietnam, dan karenanya ia ingin menarik pasukan secepatnya.

Disebutkannya, perang ini didukung pasukan koalisi dari 43 negara. Tapi juga bertahan lebih lama di Afghanistan, dengan jumlah pasukan yang sama, tidak akan membantu menanggulangi situasi berbahaya pada saat ini. Obama menegaskan, penugasan pasukan tidak boleh berlarut-larut. Harus ada kejelasan.

“Warga Afghanistan harus mengambil alih tanggung jawab keamanannya sendiri. Amerika tidak berkepentingan melancarkan perang tanpa akhir,“ kata Obama.

Silke Hasselmann/Agus Setiawan

Editor: Ayu Purwaningsih