1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Arkeolog AS Temukan Kapal Kolumbus

Seorang arkeolog AS mengklaim berhasil menemukan lokasi karamnya kapal Santa Maria milik Kristoforus Kolumbus. Bukti-bukti yang ia ajukan terkesan solid.

Schiff Santa Maria (Columbus)

Replika kapal Santa Maria

Petaka buat Santa Maria terjadi di malam Natal, 1492. Perayaan yang disertai kucuran minuman beralkohol itu berujung fatal, karena juru kemudi yang tengah mabuk secara tidak sengaja membentur karang dan mengakibatkan kapal karam di lepas pantai Haiti. Hingga kini, kapal bersejarah yang dipakai Kristoforus Kolumbus saat menemukan benua Amerika itu cuma menyisakan sauh yang saat ini terpajang di sebuah museum di Port-au Prince.

Kini pakar arkeologis bawah laut, Barry Clifford mengklaim timnya menemukan lokasi karamnya Santa Maria. "Lokasi, peta topografi bawah laut dan bukti-bukti arkeologis lainnya menunjukkan bahwa kapal Santa Maria milik Kolombus ada di bawah sana," ujarnya.

Clifford dikenal lantaran berhasil menemukan kapal bajak laut yang karam di lepas pantai Tanjung Kod, Amerika Serikat, 1987 silam. Menurutnya, lokasi temuan cocok dengan catatan sejarah. Kolumbus dikabarkan memerintahkan anak buahnya membongkar sebagian badan kapal agar kayunya bisa dipakai untuk membangun pemukiman dan benteng.

Pemerintah Haiti Turun Tangan

Sejatinya lokasi karamnya Santa Maria ditemukan oleh Barry dan putranya, Brandon, sepuluh tahun silam. Kendati bisa mengambil gambar, ia saat itu tidak mengetahui sejarah di lokasi tersebut. Namun ketika arkeolog menemukan benteng La Navidad yang dibangun Kolombus di daratan, ia baru menyadari dimensi temuannya itu.

"Langkah selanjutnya adalah eskavasi secara perlahan, lengkap dan berhati-hati," kata Barry yang telah meminta pemerintah Haiti untuk menjaga area di sekitar lokasi karamnya Santa Maria.

Salim Succar, penasehat khusus Perdana Menteri Haiti, Laurent Lamothe, mengatakan pihaknya akan "melakukan apapun yang dibutuhkan," untuk melindungi lokasi temuan. "Kami masih menimbang opsi terbaik untuk masa depan temuan tersebut," ujarnya.

Bukti Belum Cukup

Kendati begitu ilmuwan mewanti-wanti agar semua pihak tidak gegabah mendeklarasikan penemuan Santa Maria.

"Bukti-buktinya, seperti anda tahu, setelah lebih dari 500 tahun tidak akan terlalu banyak karena waktu dan karakter perairan di lokasi," kata Roger C. Smith, Arkeolog bawah laut di negara bagian Florida. "Eskavasinya akan membutuhkan kehati-hatian yang tinggi."

Kevin Crisman, Direktur Pusat Arkeologi dan Konservasi Bawah Laut di A&M University, Texas, mengatakan ada banyak kapal Spanyol yang karam di perairan Haiti dan Republik Dominika. Menurutnya sulit untuk mengonfirmasikan temuan Clifford sebagai kapal Santa Maria milik Kristoforus Kolumbus.

"Semuanya mungkin di dunia ini. Tapi saya ingin terlebih dahulu melihat semua bukti. Dan sejauh ini bukti-bukti yang ada belum begitu menjanjikan," kata Chrisman. "Tapi jika benar, maka temuan itu sangat luar biasa."

rzn/hp (ap,dpa)