1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Arab Saudi Tangkap Puluhan Tersangka Teroris

Rabu (24/03) kepolisian Arab Saudi menangkap lebih dari 100 tersangka teroris Al-Qaida. Mereka dituduh melakukan persiapan untuk sejumlah serangan. Selain itu, dua komando pelaku serangan bunuh diri juga diciduk.

default

Tentara Saudi di Mt. Doud

Jaringan teroris itu mengkhususkan dirinya dalam upaya menyerang polisi dan dinas rahasia. Demikian diutarakan juru bicara Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi, Mansour al-Turki kepada stasiun pemancar televisi al-Arabiya. Selanjutnya ia mengungkapkan, kepolisian telah menyita senjata-senjata, kamera, komputer dan dokumen-dokumen yang mencurigakan: „Kami telah menemukan petunjuk bahwa kelompok yang kami tangkap merencanakan untuk melakukan serangan terhadap aparat keamanan di berbagai lokasi di Arab Saudi."

47 tersangka teroris yang ditangkap berasal dari Arab Saudi, 51 orang Yaman, seorang Eritria dan seorang Bangladesh. Para tahanan asing tersebut diduga menggunakan kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di perbatasan Arab Saudi dan Yaman untuk secara ilegal memasuki Arab Saudi pada bulan-bulan terakhir ini. Mereka juga dituding datang ke Arab Saudi dengan berdalih mencari pekerjaan atau hendak mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah.

Symbolbild Grenzkonflikt Saudi-Arabien Jemen arabisch

Gambar simbol konflik perbatasan Arab Saudi-Yaman

Jumlah terbesar tersangka berasal dari Yaman

Wilayah pemberontakan di Yaman utara sejak lama dianggap sebagai tempat persembunyian ektrimis Arab Saudi. Pada bulan Agustus tahun lalu, seorang pejuang Al-Qaida berusaha membunuh pakar antiteror Kementrian Dalam Negeri, Muhammad bin-Naief. Pelaku serangan dari Arab Saudi itu berpura-pura ingin menyerahkan diri setelah kembali pulang dari Yaman. Ia menemui politisi tersebut, lalu menyulut bom yang disembunyikan pada tubuhnya. Bin-Naief hanya menderita luka ringan dan pelaku serangan itu tewas.

Menurut pendapat jurnalis Saudi Abdallah al-Arifij, bukanlah kebetulan bahwa tersangka kelompok teror yang ditangkap hari Rabu (24/03) mempunyai kaitan erat dengan Yaman. Al-Arifij menambahkan: "Operasi hari ini mengungkapkan upaya sia-sia Al-Qaida Yaman untuk membentuk sebuah jaringan baru di Arab Saudi. Dalam kelompok yang tertangkap terdapat lebih banyak orang Yaman ketimbang Arab Saudi. Ini menunjukkan bahwa itu merupakan gagasan yang berasal dari Yaman."

Terlepas dari berapa besar ukuran kelompok Al-Qaida itu, aparat keamanan Arab Saudi hari Rabu (24/03) menangkap dua tersangka komando bunuh diri yang masing-masing terdiri dari enam orang. Komando ini juga dituduh mempunyai hubungan dengan jaringan teror Al-Qaida. Dari mereka juga disita peralatan elektronik dan senjata-senjata. Juru bicara Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan, kedua komando tersebut merencanakan serangan terhadap kawasan industri minyak di provinsi sebelah timur Arab Saudi.

König Abdullah bin Abdulasis von Saudi-Arabien

Raja Arab Saudi, Abdullah Bin Abdulaziz Al Saoud

Arab Saudi bertekad hancurkan ekstrimis

Sejak rangkaian serangan bulan Mei 2003, negara Arab ini meningkatkan upaya memerangi ekstrimis. Februari 2006, para pelaku serangan bunuh diri gagal menyerang kawasan industri minya Abkaik di Arab Saudi timur. Abkaik adalah kawasan eksplorasi minyak bumi terbesar di dunia.

Awal bulan Maret ini, Raja Abdullah mengatakan, negerinya bertekad untuk membasmi ekstrimis. Dalam pidato tahunannya di depan parlemen, Majelis Syura, Raja Abdullah mengutarakan bahwa dalam kebijakan dalam negeri, pemerintah terus meningkatkan upayanya untuk keamanan. Sebuah upaya khusus juga telah dilansir untuk menangani pemikiran dari kelompok-kelompok pembangkang, ekstrimis dan teroris.

Esther Saoub/Christa Saloh

Editor: Marjory Linardy