1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Arab Saudi Ikut Perangi ISIS

Angkatan udara Arab Saudi berpartisipasi dalam serangan udara atas Islamic State yang dipimpin Amerika di Suriah, menandai peran sejumlah negara Muslim dalam ikut memerangi kelompok militan tersebut.

Arab Saudi yang dikenal sebagai sekutu setia AS, yang merupakan negara pengekspor minyak terbesar dunia dan tanah suci kelahiran Islam, selama ini menyalurkan dana tunai dan senjata kepada para pemberontak yang memerangi presiden Suriah Bashar al-Assad, namun mereka menentang kelompok Islamis militan yang tergabung diantara para pemberontak anti-Assad.

“Sebuah sumber resmi mengungkapkan bahwa pasukan angkatan udara Saudi mengambil bagian dalam operasi militer di Suriah melawan kelompok Islamic State dan mendukung kelompok oposisi moderat Suriah, dalam sebuah koalisi internasional, untuk memerangi terorisme…, dan mendukung persaudaraan rakyat Suriah untuk mengembalikan keamanan, persatuan dan pembangunan bagi negara yang hancur ini,“ demikian tulis Saudi Press Agency (SPA).

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal Al Saud mengatakan kepada SPA bahwa perang melawan organisasi ”para teroris” akan memerlukan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan kerja keras dan komitmen dari semua pihak.

“Hari ini kita menghadapi sebuah situasi yang sangat berbahaya di mana sel-sel teroris berubah menjadi tentara… yang mencakup Libya, Libanon, Suriah, Irak dan Yaman,“ kata dia.

“Dihadapkan pada kenyataan berbahaya ini, hari ini kita perlu mengambil keputusan serius untuk menghadapi berbagai serangan ganas ini dengan kekuatan penuh. Kita perlu bergerak dengan langkah-langkah yang tegas dan cepat.“

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Putera Mahkota Kerajaan Salman bin Abdulaziz Al Saud mengatakan bahwa para pilot Saudi telah kembali ke pangkalan mereka setelah mengerjakan tugas mereka “dengan sukses dan efektif“ melawan para militan Daesh (Islamic State atau yang dikenal dengan singkatan ISIS) di Suriah, demikian dilaporkan SPA.

“Para ulama telah menekankan korupsi ide-ide dan aksi Daesh (ISIS) dan mengatakan bahwa mereka merugikan citra Islam dan mendistorsi maknanya dengan mempertontonkan pembunuhan dan pemenggalan kepala,“ demikian dilaporkan SPA. (Baca: Wajah Mendua Wahabisme)

SPA tidak memberikan rincian tentang peran Arab Saudi dalam serangan udara tersebut.

Yordania, Bahrain dan Uni Emirat Arab telah mengaku terlibat berpartisipasi dalam pemboman atas target-target ISIS dan kelompok ekstrimis Islam lainnya di sebelah timur Suriah. Sementara Qatar mengaku ikut memberikan dukungan dalam operasi tersebut.

ab/rn (afp, ap,rtr)

Laporan Pilihan