1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Arab Saudi Galang Koalisi Islam Anti Teror

Sering dituding mendanai aksi terorisme, Arab Saudi justru menggalang koalisi negara Islam Sunni buat memerangi Islamic State dan Al-Qaida. Indonesia dikatakan telah memberikan dukungan.

Teror selalu berawal di Arab Saudi. Kecurigaan semacam itu sejak lama membumi di Timur Tengah, Eropa atau Amerika Serikat. Bahwa para emir berkocek tebal termasuk donor terbesar Islamic State, bahwa Al-Qaida tidak akan menggurita tanpa koneksi di negeri kaya minyak itu.

Tapi kini justru Arab Saudi yang merajut aliansi negara-negara Islam untuk memerangi terorisme. Sebanyak 34 negara bermayoritas muslim, kebanyakan Sunni, turut terlibat. Antara lain negara-negara Afrika, Mesir, Turki dan Malaysia.

Bahwa negara berpaham Syiah seperti Irak, Iran atau Suriah diacuhkan sudah menjadi garis kebijakan politik kerajaan di jantung teluk itu. Riyadh bakal "mengkoordinasi dan mendukung operasi militer untuk memerangi terorisme," tulis kantor berita pemerintah SPA.

Koalisi Islam anti terorisme ini dimaksudkan buat "menangkal masalah terorisme di negara-negara bermayoritaskan Muslim dan bergabung dalam perang global melawan wabah yang merusak nama Islam," ujar Menteri Pertahanan dan Wakil Pangeran Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman.

Sebagian besar anggota koalisi terlibat dalam Organisasi Kerjasama Islam yang berbasis di Jeddah. Sementara 10 negara lain, termasuk Indonesia, baru sebatas mengungkapkan dukungan lisan.

"Negara-negara ini memiliki prosedur internal sebelum bisa bergabung dengan koalisi. Tapi mereka berkeinginan memasuki koalisi ini secepat mungkin," ujar bin Salman. Sejauh ini belum jelas bentuk kerjasama seperti apa yang diidamkan Arab Saudi.

Daftar negara-negara yang secara resmi telah bergabung adalah: Arab Saudi, Bahrain, Benin, Chad, Komoro, Pantai Gading, Djibouti, Mesir, Gabun, Guinea, Yordania, Kuwait, Libanon, Libya, Malaysia, Maladewa, Mali, Marokko, Mauritania, Niger, Nigeria, Pakistan, Palestina, Qatar, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Togo, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab dan Yaman.

rzn/yf (afp,rtr)

Laporan Pilihan