1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Arab Saudi dan Mesir Terlibat Konflik Diplomatik

Arab Saudi menutup kedutaannya di Mesir setelah rangkaian aksi protes atas penahanan pengacara Mesir pembela hak asasi manusia di Jeddah.

Arab Saudi menutup perwakilan diplomatiknya di Mesir dan menarik pulang duta besarnya di Kairo Sabtu (28/4). Pemicunya adalah rangkaian aksi protes berhari-hari di depan kedutaan dan konsulat Arab Saudi di Mesir, menuntut pembebasan Ahmed Mohammed al Gizawi, pengacara Mesir pembela HAM, yang ditangkap aparat Arab Saudi pada saat kedatangannya di bandar udara Jeddah 17 April.

"Penutupan kedutaan merupakan dampak dari protes yang tidak adil terhadap perwakilan diplomatik kami di Mesir", kata jurubicara Arab Saudi seperti dikutip kantor berita.

Gizawi dilaporkan dijatuhi hukuman satu tahun penjara secara "in absentia" dan dicambuk 20 kali, karena mengritik pemerintah Arab Saudi. Pengacara Mesir itu berulangkali menuding Raja Abdullah dan pemerintah Arab Saudi melakukan penangkapan semena-mena dan penganiayaan terhadap ratusan warga Mesir di Arab Saudi.

Aparat keamanan di bandar udara Jeddah menangkap Gizawi dengan tuduhan membawa obat-obatan terlarang dalam jumlah besar.

Pimpinan pemerintahan dewan militer tertinggi Mesir, jendral Hussein Tantawi dilaporkan telah mengontak pimpinan pemerintahan di Riyadh, untuk mencari solusi konflik serta menjembatani perbedaan pendapat. Pemerintah Mesir menyatakan langkah pemerintah Arab Saudi itu amat mengejutkan dan mengecam para demonstran sebagai tidak bertanggung jawab.

AS(rtr,dpa, afp)