1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Korut Serukan Unifikasi dengan Korsel

25 Januari 2018

Pemerintah di Pyongyang mendesak warga Korea untuk mendukung "kerjasama" Korut dan Korsel. Pernyataan ini muncul setelah tim hoki es perempuan tiba di Korsel untuk latihan bersama pertama jelang Olimpiade Musim Dingin.

https://p.dw.com/p/2rUxZ
Nordkorea Kim Jong Un
Foto: Reuters/KCNA

Korea Utara mengeluarkan sebuah pengumuman yang ditujukan pada "semua warga Korea di dalam dan luar negeri" pada hari Kamis (25/01), menyerukan peningkatan upaya menuju unifikasi "independen", demikian dikutip dari kantor berita pemerintah KCNA.

Pyongyang mendesak warga Korea untuk "memperbaikihubungan Utara-Selatan" setelah pertemuan antara pemerintah dan partai politik kedua negara tersebut. Ini pernyataan yang dimuat di situs monitoring media KCNA Watch.

Pengumuman tersebut mengatakan bahwa warga Korea harus "mempromosikan kontak, perjalanan, kerja sama antara Utara dan Selatan," namun hal itu harus dilakukan tanpa bantuan negara lain.

"Mari kita melakukan dorongan dinamis untuk meredakan ketegangan militer dan menciptakan iklim yang damai di Semenanjung Korea!" kata kantor berita tersebut.

Meskipun pernyataan tersebut tidak memberikan rincian mengapa pertemuan tersebut diadakan, tujuan seruan tersebut adalah untuk mendukung komentar pemimpin Korea Utara Kim Jong Un awal bulan ini tentang unifikasi.

Skeptisisme atas propaganda Olimpiade

Pengumuman tersebut dilansir saat 12 pemain hoki es Korea Utara tiba di Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam latihan pertama mereka sebagai bagian dari tim gabungan dalam Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Pyeongchang.

Korea Utara dan Selatan sepakat untuk memiliki parade atlet mereka secara bersama di bawah bendera unifikasi saat upacara pembukaan.

Beberapa politisi Korea Selatan skeptis terhadap partisipasi Pyongyang di Olimpiade. Ada kekhawatiran, bahwa Kim Jong Un memanfaatkan keterlibatan Korea Utara untuk menjalankan agendanya.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk melawan apa yang dia yakini sebagai usaha Kim untuk "membajak" Olimpiade dengan propaganda saat menghadiri acara tersebut bulan depan.

Ketegangan meningkat tinggi di semenanjung yang terbagi karena uji coba nuklir dan rudal Korea Utara, yang telah memicu sanksi internasional.

Pemerintah Korea Selatan, Presiden Jae-in, menolak kritik bahwa Korut mencuri sorotan dari pertandingan tersebut, dengan mengatakan bahwa Olimpiade akan membantu meredakan ketegangan.

vlz/ml (AP, AFP, Reuters)