1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Anomali Pada Struktur Kristal Alami

Peneliti Israel, Daniel Shechtman (70) dianugerahi hadiah Nobel Kimia tahun ini untuk penemuannya "Quasi-Kristal". Dalam struktur ini, atom tersusun dalam pola mosaik kristal yang tidak pernah diulang.

Atommodell eines Ag-Al-Quasikristalls Quasikristall In Quasikristallen sind die Atome bzw. Moleküle in einer scheinbar regelmäßigen, in Wahrheit aber aperiodischen Struktur angeordnet. Experimentell entdeckt wurden sie 1982 von Dan Shechtman, der dafür 2011 mit dem Chemie-Nobelpreis ausgezeichnet wurde. Wesentlich zu ihrer Strukturaufklärung trugen auch Paul Steinhardt und Dov Levine 1984 bei.

Quasi-Kristal yang merupakan mosaik struktur atom a-periodik.


Normalnya mosaik atom dalam kristal tersusun dari pola yang sama dan berulang secara periodik. Tahun 1982 peneliti material dari Institut Teknologi Haifa di Israel, Daniel Shechtman menemukan anomali dari aturan struktur atom semacam itu. Quasi-Kristal kenampakannya seperti terpola teratur, namun dalam kenyataannya tersusun secara a-periodik. Hingga saat temuan Shechtman itu, kebanyakan pakar kimia meyakini, struktur atom semacam itu sebagai mustahil dapat eksis. Dengan temuannya, ilmuwan Israel itu membuktikan, di alam terdapat penyimpangan dari aturan baku struktur atom.

Ketua Komite Nobel untuk Kimia di Stockholm, Lars Thelander menyebutkan, temuan itu amat kontroversial. Mula-mula hasil risetnya ditanggapi secara skeptis. Bahkan Shechtman diusir dari kelompok risetnya. Namun didukung data riset berkualitas tinggi, kontroversi dapat diakhiri. Tahun 1987 ilmuwan di Perancis dan Jepang berhasil mengembangkan Quasi-Kristal yang cukup besar, sehingga dapat diteliti di bawah sinar-X dan mikroskop elektron. Tahun 2009 untuk pertama kalinya ditemukan Quasi-Kristal yang terbentuk di alam.

Berjuang Mengubah Paradigma

Daniel Shechtman Chemie Nobelpreis 2011

Daniel Shechtman pemenang hadiah Nobel Kimia 2011

Daniel Shechtman terus berjuang agar para ilmuwan memikirkan ulang konsepsinya menyangkut material. Dengan temuan Quasi-Kristal, pemahaman mengenai kimia benda padat dan aturan baku kristalografi diubah secara mendasar.

Quasi-Kristal ditemukan Shechtman pada saat meneliti campuran logam Aluminium dan Mangan. Polanya mirip dengan mosaik kaligrafi Arab yang tidak pernah berulang. Dengan struktur atom semacam itu, kristalnya bertindak seperti perisai yang memperkuat logam.

Quasi-Kristal telah diproduksi di laboratorium dan digunakan antara lain dalam bidang kedokteran. Sebuah perusahaan Swedia memanfaatkannya untuk memproduksi baja paling ulet, yang digunakan untuk membuat pisau cukur dan jarum halus khusus untuk operasi bedah mata. Sejumlah ilmuwan kini juga melakukan eksperimen, untuk memanfaatkan Quasi-Kristal sebagai pelapis peralatan memasak, isolasi panas pada mesin atau pada diode bercahaya-LED. 

 

Agus Setiawan/rtr/dpa/afp/dapd/ap

Editor :Dyan Kostremans

 

Laporan Pilihan