1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Angka Kematian Anak Turun Drastis

Jumlah kematian anak di seluruh dunia menurun setengahnya dalam 20 tahun terakhir. Namun, sasaran pembangunan milenium masih jauh dari tercapai.

Sekitar 19.000 anak balita meninggal setiap hari akibat kekurangn gizi kronis atau penyakit yang dapat dicegah atau diobati. Walaupun jumlah ini sangat mengejutkan, namun perkembangan positif patut dicatat, karena jumlah kematian anak dalam dua dekade terakhir turun dengan drastis. Pada tahun 1990, lebih dari 12 juta anak balita meninggal dan pada tahun 2011 ‘hanya' 6,9 juta. Demikian disebutkan dalam laporan UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO yang dipublikasikan di New York, Amerika Serikat, Rabu (12/09/12).

Organisasi PBB tersebut mengatakan, penurunan jumlah kematian ini adalah berkat kampanye vaksinasi, meningkatnya sanitasi dan penyediaan air minum, serta peningkatan layanan medis bagi anak dan ibu hamil. UNICEF dan WHO mendesak pemerintah negara di dunia untuk menginvestasikan lebih banyak dana di sektor kesehatan dan dalam upaya pencegahan dan ketahanan pangan.

Target Tidak Tercapai

Walau mengalami kemajuan, namun sasaran pemabangunan milenium, yang diantaranya adalah sampai tahun 2015 mengurangi dua pertiga jumlah kematian anak, dinilai gagal. Selain itu, menurut laporan, kemajuan yang didapat  juga tidak merata. Resiko tertinggi harus dihadapi anak-anak miskin dan bayi. Selain akibat kekurangan gizi kronis dan penyakit seperti radang paru, sebagian besar anak balita yang meninggal karena komplikasi pada saat kelahiran. Diare dan malaria juga menjadi penyebab umum kematian.

Risiko kematian anak akibat penyakit yang bisa dicegah atau diobati sangat tinggi terutama di negara-negara Afrika yang terletak di sub Gurun Sahara dan di Asia Selatan. Di Sierra Leone, negara dengan jumlah kematian anak tertinggi, tahun 2011 lalu, hanya 185 dari 1.000 anak yang mampu menginjak usia lima tahun.

yf/hp(dpa/epd/rtr)