1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Angela Merkel Dan Viktor Yanukovitsch Bahas Isu Sensitif

Kunjungan Presiden Ukraina Viktor Yanukovitsch ke Jerman menandadai babak baru hubungan strategis kedua negara. Sementara Ukraina menyasar keanggotaan Uni Eropa, Jerman sebaliknya menyoal pelanggaran kebebasan pers

default

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Ukraina Viktor Yanukovitsch

Sambutan hangat diberikan kepada tamu yang terkenal 'sulit' ini. Kanselir Jerman Angela Merkel menerima kunjungan Presiden Ukraina Viktor Yanukovich di Berlin. Kedua negara ini tengah berusaha memperkuat hubungan bilateral.

Namun, satu perbedaan mendasar tetap menjadi masalah. Yakni, tentang hak asasi manusia. Merkel pada awal kunjungan telah menegaskan, walau pu belum ada kata sepakat dalam bidang tersebut, ia tetap menginginkan hubungan bisnis yang lebih erat dengan negara transit penting bagi gas dari Rusia. Jerman kelak ingin lebih terlibat dalam usaha modernisasi sistem transport gas Ukraina.

"Kami telah membicarakan, bahwa pada akhir tahun ini akan ada forum bahan mentah Jerman-Ukraina, dimana politik energi Eropa tentu bisa dan akan memainkan peranan. Khususnya, mencari kemungkinan sejaun mana Jerman bisa berperan positif dalam restrukturisasi pasar gas Ukraina," kata Angela Merkel.

Merkel Dukung Ukraina di Uni Eropa

Selain itu, walau pun tidak diungkap secara langsung, kanselir Merkel dikatakan mendukung usaha pendekatan Ukraina dengan Uni Eropa. Presiden Viktor Yanukovich sendiri optimis, bahwa negaranya akan menjadi bagian dari Uni Eropa.

Dalam waktu dekat kesepakatan asosiasi dengan Brussel akan dicapai, dimana menurut pemerintah di Kiev ini merupakan perspektif menjadi anggota Uni Eropa. "Hari ini saya kembali meyakini, bahwa Jerman adalah mitra yang strategis bagi Ukraina di Uni Eropa," ujarnya.

Selanjutnya, masalah pelik seperti HAM juga dibahas. Khususnya menyangkut kebebasan pers. Merkel mengatakan, tema ini dibicarakan secara jujur dan terbuka oleh keduanya. Semenjak Yanukovich memenangkan pemilihan, di Ukraina kerap muncul tuduhan akan usaha merampas kebebasan pers.

Usai pertemuan dengan Merkel, pria dengan tinggi tubuh dua meter ini berusaha untuk meyakinkan para pengeritik di dunia barat. Yanukovich mengatakan, kebebasan media dan pers adalah tema yang sensitif. Dan ia adalah pihak yang paling menginginkan agar proses demokratisasi di Ukraina berkembang dan bukan berhenti di tempat. Terakhir, pihak oposisi menuduh negara melakukan tekanan terhadap para jurnalis.

Jerman Perhatikan Perlindungan HAM

Bagi Jerman, masalah ini juga menggangu. Karena pemerintah di Berlin ingin hubngan baik dengan Kiev tidak terganggu lagi oleh masalah HAM. Namun, kanselir Merkel menilai positif, bahwa semenjak Yanukovich, yang dikenal memiliki hubungan baik dengan Rusia, menjabat sebagai presiden, kestabilan politik Ukraina seakan telah kembali.

"Di satu pihak, adalah hal yang baik bahwa proses pengambilan keputusan di Ukraina kini dilakukan dengan dasar yang jelas. Tetapi di lain pihak, saya juga menegaskan, bajwa kami juga punya pertanyaan tentang proses demokrasi khususnya di bidang kebebasan pers dan kebebasan berpendapat," tandas Merkel.

Terakhir juga dibicarakan keinginan Yanukovich untuk pembebasan visa berkunjung bagi warga kedua negara tersebut. Satu langkah maju menuju hal tersebut dilakukan oleh kedua menteri dalam negeri Jerman dan Ukraina di Berlin Senin kemarin. Mereka menandatangani kesepakatan untuk memerangi kriminalitas antar perbatasan dan mempersulit warga untuk memperoleh visa Jerman secara ilegal dengan uang suap.

Bernd Graessler/Vidi Athena-Legowo
Editor: Rizki Nugraha