1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ancaman Bahaya Baru di AS: Teroris Buatan Dalam Negeri

Tersangka dalang serangan Mumbai dan pelaku penembakan di Fort Hood merupakan dua contoh warga AS yang menjadi radikal dan punya hubungan dengan Al Qaida. Pengamat memperingatkan bahaya teroris buatan dalam negeri.

default

Mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Michael Chertoff mengingatkan, "Kita harus berkonsentrasi di sini, di dalam negeri. Saya harus katakan bahwa kita mulai melihat adanya masalah teroris buatan dalam negeri."

Serangan-serangan teror di AS dan seluruh dunia, dilakukan oleh warga AS. Ini merupakan fenomena baru yang ditakutkan pemerintahan Barack Obama.

Stasiun televisi Amerika Serikat menyebutnya sebagai tanda peringatan. Sejak setahun lebih, warga AS yang Islam radikal memprovokasi serangan berdarah. Di dalam negeri, dan juga di luar negeri.

Misalnya, David Coleman Headley, warga AS keturunan Pakistan. Menurut temuan kepolisian federal AS, FBI, Headley merupakan salah satu dalang serangan terror di Mumbai, yang menewaskan 107 orang, termasuk enam warga AS. Menurut pengakuan David Coleman Headley yang dikutip laporan media AS, dia menyiapkan serangan di Mumbai dari Chicago. Headley menyampaikan semua informasi itu kepada para penyidik FBI di penjara Illinois.

Selama bertahun-tahun, dari Chicago Headley berhubungan dengan simpatisan Al Qaida di Pakistan melalui internet. Headley mengintai berbagai hotel mewah dalam lima kunjungannya ke Mumbai sebagai sasaran serangan potensial. Foto-foto hotel Mumbai tersebut dia serahkan ke penghubungnya di Pakistan untuk digunakan dalam rencana penyerangan. Kemudian, dia kembali ke Chicago.

Kontak intensif dengan Al Qaida melalui internet, yaitu dengan ulama radikal di Yaman, juga dilakukan Nadal Malik Hassan, warga muslim AS yang bertugas di angkatan darat dengan pangkat mayor. Hassan saat ini dihadapkan ke pengadilan militer AS karena menewaskan 13 orang dan melukai 30 orang lainnya dalam aksi penembakan di pangkalan militer terbesar AS, Fort Hood.

Menurut sejumlah pengakuan Hassan, perang-perang AS di Afghanistan dan Irak yang membuat psikiater angkatan darat itu menumbuhkan kebenciannya terhadap negaranya sendiri.

Perang suci melawan negaranya Amerika Serikat juga ingin dilancarkan lima warga muda Amerika dari negara bagian Virginia, ketika mereka pergi ke Pakistan. Mereka sekarang ditahan di Pakistan. Sebelumnya mereka membuat rekaman video yang disebut "video perpisahan".

"Video ini membuat saya tidak nyaman," kata Imam Abkir dari perhimpunan masyarakat muslim Virginia. Dia sangat mengkhawatirkan semakin banyaknya warga muslim Amerika Serikat yang terpengaruh pesan provokatif dari Pakistan dan Afghanistan yang dimuat dalam situs internet Al Qaida. Kepada stasiun radio publik NPR, Imam Abkir mendesak aparat keamanan AS untuk mengawasi lebih ketat situs internet Islam radikal yang dibaca banyak generasi muda Amerika.

Imam Abkir dari Virginia juga mendesak warga muslim Amerika Serikat untuk waspada dan mengamati dengan jeli apa yang terjadi di mesjidnya.

Ralf Sina/Luky Setyarini

Editor: Hendra Pasuhuk