1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Amerika Belum Ajukan Nama Kandidat

Menjelang pemilihan presiden Bank Dunia, Amerika hingga Selasa (20/03), belum juga menunjukkan sinyal siapa kandidat favorit mereka untuk menduduki pos tersebut.

default

Secara tradisional Bank Dunia selalu dipimpin orang Amerika

Amerika Serikat secara tradisional selalu memegang kursi kepresidenen sejak Bank Dunia didirikan setelah Perang Dunia II. Selama ini seolah ada pembagian jatah tak resmi, Amerika memimpin Bank Dunia, sementara Lembaga Keuangan Internasional IMF adalah “jatah“ Eropa.

Namun, hingga kini, Washington belum mengumumkan siapa kandidatnya. Para pengamat menilai, pengunduran pengumuman nama kandidat Amerika menunjukkan bahwa Gedung Putih mengalami kesulitan untuk meyakinkan para pejabat tinggi mereka, untuk menduduki posisi presiden Bank Dunia. Gedung Putih maupun Departemen Keuangan Amerika, masih menolak berkomentar.

Sejumlah sumber mengatakan, bahwa ada harapan bakal ada kandidat perempuan yang masuk ke dalam persaingan untuk menggantikan Robert Zoellick, yang masa jabatannya akan habis pada akhir Juni. Sejak berdiri, Bank Dunia belum pernah dipimpin oleh seorang perempuan.

Dua sumber yang dekat dengan Gedung Putih mengatakan bahwa Susan Rice, Duta Besar Amerika untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB, merupakan kandidat yang paling diunggulkan. Namun masih belum jelas apakah ia bersedia. Selama ini, nama Susan Rice selalu mengemuka sebagai kandidat pengganti Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri. Namun pekan lalu saat ditanya wartawan bagaimana ia akan membantu Sudan Selatan jika terpilih sebagai Presiden Bank Dunia, Susan malah menukas ”Itu adalah pertanyaan hipotetis yang konyol”.

Sumber lain menyebut bahwa kandidat Amerika lainnya adalah Senator John Kerry dan CEO Pepsi kelahiran India, Indra Nooyi. Namun Kerry secara terbuka sudah menolak, sementara nama Nooyi disebut sudah terlempar dari persaingan.

Nama lain yang muncul adalah Lawrence Summers, bekas penasihat Presiden Barack Obama yang juga pernah menjabat Menteri Keuangan. Namun Larry menolak berkomentar atas spekulasi ini.

Siapa Kuda Hitam untuk Pimpin IMF?

Penundaan pengumuman kandidat Amerika, membuka ruang bagi munculnya kuda hitam. Ketidakjelasan sinyal Washington juga memberikan kesempatan kepada negara lain untuk mempertimbangkan kandidat sendiri.

Negara berkembang, beberapa waktu terakhir menekan dan meminta agar suara mereka lebih didengar, baik di Bank Dunia maupun IMF. Mereka juga mengatakan bahwa keputusan mengenai siapa pengganti Zoellick harus dibuat berdasarkan asas kemampuan.

Sejumlah nama yang berasal dari luar Amerika, sudah diusulkan oleh negara berkembang. Dua nama yang paling sering disebut adalah bekas Managing Director Bank Dunia Ngozi Okonjo-Iweala, yang kini menjabat Menteri Keuangan Nigeria serta Trevor Manuel, yang kini menjabat Menteri Perencanaan Nasional Afrika Selatan.

Mantan Menteri Keuangan Indonesia yang kini menjabat Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Sentral Meksiko Agustin Carstens telah terlempar dari persaingan.

24 pimpinan Bank Dunia yang mewakili 187 negara telah menetapkan bahwa hari Jumat (23/03) adalah batas akhir pencalonan kandidat.

Satu-satunya calon resmi yang sudah masuk nominasi adalah Prof. Jeffrey Sachs. Ekonom Amerika dari Universitas Columbia itu dinominasikan oleh Bhutan dan sejumlah negara berkembang kecil seperti Timor Leste, Yordania, Kenya, Namibia dan Malaysia. Hari Senin (19/03), Prof. Sachs mengklaim telah mengantungi dukungan dari Chile dan Guatemala.

Pekan lalu, 27 anggota parlemen Amerika mengirimkan surat kepada Presiden Obama agar dengat kuat mendukung pencalonan Prof. Jeffrey Sachs. Prof. Sachs memproklamirkan bahwa pencalonan dirinya adalah untuk menentang penunjukkan politik yang selama ini dilakukan Washington dalam pemilihan pucuk pimpinan Bank Dunia. Sachs mengaku tidak mendapat dukungan dari pemerintahan Obama. “Mereka tidak berbicara dengan saya“ kata Sachs.

Andy Budiman/ rtr

Editor: Hendra Pasuhuk