1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Inovator

Alternatif Memperoleh Sertifikat Perkebunan Organik

Pertanian organik menghasilkan keuntungan lebih banyak daripada yang konvensional. Tapi untuk itu dibutuhkan sertifikat resmi yang harganya mahal dan sulit untuk memperolehnya. Petani di Fiji menemukan solusinya.

Di bagian barat Fiji, di pulau utama negara kepulauan itu, terdapat daerah paling subur di seluruh kawasan tersebut. Cuaca yang lembab dan hangat ideal bagi buah-buahan tropis.

Tapi untuk mendapat hasil panen baik, orang harus bangun pagi. "Sebelum matahari terbit kami sudah harus ada di sini. Remaja laki-laki memetik buah, dan yang perempuan membungkusnya. Itulah program kami setiap hari," kata petani perempuan Kesaia Buirua.

Livai Tora mengepalai program ini. Sebelum program berjalan, tanah pertanian milik keluarganya hampir tidak menghasilkan apa-apa. Oleh sebab itu ia mulai mencari buah yang ideal. Cuaca dan tanah harus cocok, dan terutama buah harus banyak pembelinya. Ia kemudian tertarik pada pepaya, tetapi harus yang memakai sertifikat organik!

Mendirikan koperasi

Ia kemudian mengumpulkan beberapa petani muda dari daerah tempat tinggalnya, dan mendirikan koperasi. Tanah di sekeliling desanya dibagi-bagi dan setiap orang mendapat sepetak tanah.

Livai Tora memaparkan, "Ini adalah orang-orang yang harus jadi target. Mereka perlu sedikit penyuluhan, perlu informasi tentang kondisi kerja, juga visi masa depan. Dan mereka juga perlu disiplin. Itulah yang kami sediakan."

Para petani organik makan bersama, bekerja bersama, juga belajar bersama. Setiap orang dari mereka membiayai keluarga yang tinggal di desa sekitarnya. Uang yang diperoleh terutama digunakan untuk menolong adik-adik. "Saya tahu, di desa kami banyak menghadapi masalah. Jadi keluarga kami akan dapat manfaat dari perkebunan pepaya." Tutur Kesaia Buirua.

Ikut jamin sistem

Bertani buah organik menghasilkan lebih banyak uang. Tapi untuk itu koperasi perlu sertifikat, dan untuk memperolehnya tidak mudah. Pengontrolan perkebunan oleh pihak independen bisa memakan dana sampai 124 juta Rupiah. Tentu tak terbayar oleh para petani pepaya. Tapi Livai Tora akhirnya menemukan solusi. Yaitu sistem jaminan partisipasi atau PGS.

Para petani membentuk kelompok, yang anggotanya saling mengontrol. Di lebih dari 20 negara, saling mengontrol di antara petani yang dilakukan secara suka rela diakui untuk mendapat sertifikat organik.

Livai Tora memaparkan keuntungan sistem tersebut: "Yang menjamin sistem ini adalah orang-orang yang tangannya kotor akibat kerja di perkebunan. Tidak usah pusingkan penyalur, juga importer dan distributor serta orang yang berada di akhir rantai. Ini adalah orang yang akan menjamin sistem, petani itu sendiri."

Punya peraturan ketat

Para petani pepaya di Fiji sudah menetapkan peraturan bagi anggota. Setiap hari mereka berdoa bersama memohon perlindungan bagi perkebunan dan panen mereka.

Setelah itu Kesaia Buirua menulis di buku laporannya: bagaimana pertumbuhan pohon juga jumlah buahnya. Dua pekan sekali petani lain datang ke perkebunannya untuk mengadakan pemeriksaan, dan mereka sangat ketat. Lima petani sudah dikeluarkan dari koperasi.

Baik bagi keseimbangan ekologi di Pasifik

Karen Mapusúa bekerja pada POETCom. Itulah organisasi yang membawahi para petani ekologis di seluruh kawasan Pasifik. Ia berharap, sistem itu bisa mapan di seluruh Pasifik. Sertifikat organik milik mereka bahkan sudah mengijinkan beberapa pulau untuk melaksanakan perkebunan sepenuhnya dengan cara organik. Ini jadi kesuksesan besar bagi keseimbangan ekologi kawasan Pasifik. Apakah konsumen juga akan tertarik?

"Kalau kita pikirkan, di taraf yang paling tinggi, baik di dunia ekonomi, kesehatan dan keamanan komputer, kita mengandalkan kontrol sendiri. Kalau kita percaya dengan sistem ini untuk bidang penelitian dan kedokteran, maka kita juga bisa mempercayakannya kepada para petani." Demikian dijelaksan Karen Mapusúa.

Yang jelas itu memang berfungsi. Livai Tora akan menyampaikan kabar baik bagi para petani muda. Seorang pedagang besar bahan pangan organik dari Selandia Baru tertarik pada koperasi mereka dan sudah memesan pepaya.

Laporan Pilihan